Koreri.com, Sarmi – Ondoafi Kampung Karfassia, Otniel Siri, mendukung penuh dan siap menangkan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati nomor urut 2, Yanni – Jemmi di Pilkada Kabupaten Sarmi pada 7 November 2024.
Pernyataan dukungan disampaikan Otniel Siri saat Calon Wakil Bupati Sarmi nomor urut 02, Jemmi Esau Maban melakukan kampanye terbatasnya di Kampung Karfasia, Distrik Pantai Barat, Kabupaten Sarmi, Papua, Jumat (11/10/2024).
Menurut Otniel Siri, aspirasi masyarakat Karfasia yang selama ini belum dijawab pemerintah Sarmi seperti, Jalan aspal, Jembatan Besi, Pendidikan dan Gedung Puskesmas.
“Untuk jalan utama harus di aspal, gedung sekolah harus dibangun, jembatan besi harus dibuat dan gedung puskesmas,” kata Ondoafi Otniel Siri.
“Semua aspirasi masyarakat Karfasia harus menjadi perhatian Yanni- Jemmi saat duduk jadi Bupati dan Wakil Bupati Sarmi,” ujarnya.
Otniel Siri menegaskan kepada pasangan unor urut 02, Yanni-Jemmi benar-benar perhatikan kampung Tarfasia untuk perubahan sesuai dengan Tag Line “Sarmi Ajaib” ( Amanah, Jujur, Adil, Integritas Bersama).
“Pasangan Yanni-Jemmi saat duduk jadi Bupati dan wakil bupati tidak usah khawatir untuk lahan. Sebab masyarakat sudah siapkan baik itu lahan pembangunan Jalan Aspal, Jembatan besi, gedung sekolah dan gedung puskesmas. Mengapa masyarakat minta jembatan besi, karena selama ini jembatan yang di bangun dengan kayu tidak kuat dan patah,” jelasnya.
Lalu fasilitas jalan sangat dibutuhkan masyarakat Karfasia agar masyarakat bisa mudah menjual hasil kebun mereka ke pasar.
“Saat jOndoafi Otniel Siri: Tagline “Sarmi Ajaib” Paslon Yanni-Jemmi Jawab Aspirasi Masyarakat Sarmialan rusak, jembatan kayu patah, tentu menghambat kami berkebun untuk memenuhi kebutuhan keluarga, dan sekolah anak anak,” ungkapnya.
Otniel Siri dan Ondoafi Otniel Siri: Tagline “Sarmi Ajaib” Paslon Yanni-Jemmi Jawab Aspirasi Masyarakat Sarmiseluruh masyarakat Karfasia sudah sepakat dengan menyatakan sikap siap mendukung Paslon nomor urut 02, Yanni-Jemmi.
“Pilihan itu kami berikan karena berharap adanya perubahan di Kabupaten Sarmi, dimana selama 23 tahun tidak ada perubahan yang signifikan bahkan dikatakan lambat dari kabupaten lain yang ada di Papua,” pungkasnya.
TIM
