Kecam Aksi Teror di Kantor Jubi, BTM-YB Minta Aparat Ungkap Secara Tuntas

Manajer Kampanye, Mukri Maurits Hamadi (kiri) / Foto : Ist
Manajer Kampanye, Mukri Maurits Hamadi (kiri) / Foto : Ist

Koreri.com, Jayapura – Pasangan calon Gubernur dan Waki Gubernur Papua nomor urut 1 Benhur Tomi Mano – Yermias Bisai menyatakan rasa prihatinnya atas insiden yang terjadi di kantor Redaksi Jubi Jayapura.

Melalui Manajer Kampanye, Mukri Maurits Hamadi mengatakan pada prinsipnya pasangan BTM – YB terus mendukung kerja-kerja media dalam menghadirkan pers yang bebas, independen dan profesional serta bermanfaat bagi pembangunan di tanah Papua
Pasangan BTM – YB sangat mengerti terkait dengan tugas utama dari jurnalis atau media yakni sebagai sarana informasi public, sebagai sarana edukasi kepada masyarakat dan sebagai sarana penyampai aspirasi masyarakat.

“Kami berharap rekan-rekan pers bekerja sesuai dengan tugasnya tetap menjaga independensi tetapi tetap berani menyampaikan pesan – pesan yang diinginkan oleh publik sehingga kesetaraan koordinasi itu tetap berjalan,” imbuhnya.

Mukri mengakui BTM – YB tidak berharap akibat dari kejadian ini kemudian malah merusak pola kerja media atau rekan-rekan jurnalis dalam menghadirkan proses demokrasi di Papua dengan baik.

“Mengapa kami tanggapi ini sangat serius? Karena kami menganggap pers itu penting bagi pasangan BTM – YB,” sambungnya.

BTM – YB, lanjut Politisi PDIP ini, berharap agar teror seperti ini harus diselesaikan secara tuntas sampai ditemukan pelakunya. Dan juga bukan hanya itu saja, tetapi aksi teror terhadap kegiatan-kegiatan jurnalis harus dihentikan.

“Dan kita mau memastikan bahwa aksi yang terjadi di kantor Redaksi Jubi tidak boleh lagi terjadi di Papua dan di Kota Jayapura,” tegasnya.

Mukri sekali lagi menegaskan, bahwa intinya pasangan BTM – YB mengecam keras teror yang terjadi di kantor Redaksi Jubi. Selanjutnya meminta aparat penegak hukum bahkan TNI sekalipun untuk terlibat menangani kasus ini secara serius.

“Karena Papua dan khususnya Kota Jayapura selama ini aman dan kami tidak mau dengan kasus teror di media Jubi ini menaikkan status kita menjadi daerah tidak aman dalam kompulasi pengamanan pemilu,” pungkasnya.

SAV

Exit mobile version