Koreri.com, Sorong – Menindaklanjuti program pemerintah pusat, Pj Gubernur Dr. Drs Mohammad Musa’ad, M.Si melakukan uji coba pemberian makanan bergizi gratis bagi anak sekolah di Doom, Distrik Sorong Kepulauan, Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya Daya (PBD), Jumat (22/11/2024).
Uji coba pemberian makanan bergizi gratis ini dipusatkan pada dua sekolah yaitu SMP YPK Bethel Doom dan SMA Negeri 4 Kota Sorong.
“Jadi kita melanjutkan uji coba makan bergizi gratis yang sudah dilakukan sejak kemarin kepada siswa-siswa SD Inpres di Kabupaten Sorong bersama ibu Wakil Menteri Dalam Negeri. Dan kemudian hari ini kita lanjutkan lagi di Pulau Doom tepatnya di SMP YPK dan juga SMA Negeri 4,” urai Pj Gubernur kepada awak media, disela-sela kegiatan, Jumat (22/11/2024).
Dikatakan Pj Gubernur, program ini sengaja dilaksanakan pada dua tempat berbeda yaitu di pulau dan di daratan.
“Kemarin di daratan, hari ini di kepulauan sehingga kita bisa mengambil termasuk juga pembiayaan idealnya berapa untuk satu porsi. Nanti teman-teman menghitung kandungan gizinya kemudian juga yang perlu dihitung adalah besaran unit porsinya tiap satu anak itu idealnya berapa,” bebernya.
“Itu yang kita pelajari dari uji coba ini termasuk kandungan-kandungan gizi kita sudah kerja sama dengan TNI AL dan hari ini bagian dari kerja sama itu ada para dokter dari TNI AL yang mendampingi kita termasuk juga ahli gizinya sehingga betul-betul apa yang diharapkan dari program ini sebagaimana yang diinstruksikan oleh Presiden Prabowo dan juga Wapres Gibran sampai tingkat yang terbawah itu sesuai dengan arahan yang dilakukan,” imbuhnya.
Musa’ad menegaskan tidak menginginkan ada perbedaan-perbedaan yang mencolok antara apa yang terjadi di barat sama dengan di timur atau diantara Kota dan Kabupaten.
“Semua harus sama sehingga semua orang bisa merasa diperlakukan adil, hak anak-anak kita ini mulai dari tingkat terbawah termasuk juga balita, ibu hamil hingga ibu menyusui. Jadi semua harus mendapatkan haknya yang sama,” tegasnya.
Musa’ad juga menyinggung soal corak makanannya bisa berbeda-beda tetapi kandungan gizinya harus sama.
“Termasuk juga cakupannya harus ada susu, jangan sampai ada perbedaan. Ini yang diuji coba atas inisiasi Pemerintah Provinsi bersama-sama dengan teman-teman dari Kabupaten. Nanti akan ada lagi uji coba yang dilakukan secara nasional melalui Badan Gizi Nasional. Kita tunggu, kita sudah awali dan ini akan menjadi masukan untuk Badan Gizi Nasional ketika melakukan uji coba di Wilayah Provinsi Papua Barat Daya,” pungkasnya.
KENN
