Sempat Menghilang Lalu Kini Muncul, Begini Pengakuan Saksi Kunci Kematian Kesya Lestaluhu

Siti Saksi kunci kematian Kesya Lestaluhu
Siti saat dimintai keterangan oleh awak media di kantor Pomal Sorong, Kamis (27/2/2025) / Foto Suzan

Koreri.com, Sorong – Siti (22), salah satu saksi kunci yang disebut dalam kasus terbunuh Kesya Irene Yola Lestaluhu (19), Minggu (12/1/2025) silam akhirnya muncul ke publik.

Siti hadir di kantor Pomal Lantamal XIV Sorong, Kamis (27/2/2025) dan bersedia memberikan keterangan pers setelah “menghilang” sejak kasus kematian Kesya Lestaluhu terungkap.

Pasca kejadian terbunuhnya Kesya, Siti langsung menghilang. Belakangan baru diketahui Siti menetap di Manokwari kurang lebih satu bulan dengan alasan menenangkan diri.

Menurut pengakuan Siti, ia dan Kesya telah berteman sejak lama.

Mulanya di hari Sabtu (11/1/2025) sekitar pukul 23.00 WIT, Kesya menghubungi dirinya untuk meminta bantuan pinjam uang.

“Saya bilang tidak memiliki uang dan menawarkan Kesya untuk jalan malam itu,” ungkapnya.

Sekitar pukul 01.00 WIT, Minggu (12/1/2025), Siti saat itu bersama Rizki Sangaji (pacar Siti) kemudian menjemput Kesya menggunakan sepeda motor berboncengan tiga dengan tujuan Star Light (SL).

Di SL, mereka berjoget hingga pukul 03.00 WIT. Menurut pengakuan Siti di SL, Kesya berkenalan dengan Agung, seorang anggota TNI AL berpangkat kelasi.

Pukul 03.00 WIT, Kesya keluar bersama Agung dengan alasan akan mengganti baju dan balik pukul 04.00 WIT lewat saat SL sudah tutup.

Dari SL,Kesya, Agung, Siti, Rizky dan dua teman laki-laki menuju ke arah depan Hotel Waigo (tembok Berlin) untuk menghabiskan minuman keras.

Selesai minum-minum, mereka berpisah di depan Waigo sekitar pukul 05.00 WIT. Siti dan ketiga temannya menuju ke arah kilo sedangkan Kesya bersama Agung. Siti tidak mengetahui kemana Kesya dan Agung pergi.

“Saya sempat mengajak untuk pulang tapi Kesya menolak dengan alasan nanti Kesya diantar Agung pulang,” sambungnya.

Minggu (12/1/2025) pukul 11.00 WIT, Siti mendengar berita kematian Kesya dari seorang teman.

Siti kemudian meminta nomor Hp Agung dari temannya dan chat Agung.

“Abang semalam itu abang antar teman saya pulang dimana,” demikian dirinya bertanya kepada Agung melalui pesan singkat aplikasi.

“Agung menjawab saya nggak tau apa-apa mba, jangan libatkan saya,” sambung Siti

Tak lama berselang nomor telepon Siti diblokir oleh Agung.

Pukul 12.00 WIT, Polsek Sorong Barat meminta Siti untuk dimintai keterangan sebagai saksi.

Siti mengatakan ia tidak terlibat dengan kasus terbunuhnya Kesya yang dilakukan Agung.

Siti juga menjelaskan ia adalah mahasiswa semester 7 di kampus STIKES Sorong.

Ia berharap namanya bisa dipulihkan kembali karena dari pihak kampus telah mengeluarkan surat pemberhentian dirinya sebagai mahasiswa STIKES Sorong.

ZAN

Exit mobile version