Klasis Sorong Jadi Tuan Rumah Retreat Hamba Tuhan se-Wilayah VII, Ada Pesan Wali Kota

Klasis Sorogn Tuan Rumah Retreat Hamba Tuhan2
Acara ramah tamah dan jamuan kasih yang diadakan panitia Retreat Pembekalan Firman Tuhan bagi para pendeta dan guru jemaat se-wilayah VII Klasis Sorong di Rylich Panorama Hotel Sorong, Senin (12/5/2025) / Foto : Suzan

Koreri.com, Sorong – Sinode Gereja Kristen Injili di Tanah Papua menggelar Retreat Pembekalan Firman Tuhan bagi para pendeta dan guru jemaat se-wilayah VII di Klasis Sorong yang  berlangsung selama 3 hari, 12 – 14 Mei 2025.

Retreat tersebut berlangsung di Tampa Garam , Kecamatan Maladumes, Kota Sorong , Provinsi Papua Barat Daya.

Badan Pekerja Sinode Wilayah VII itu meliputi Klasis Abun, Imeko, Teminabuan, Sawiat, Aifat, Aitinyo, Ayamaru, Malamoi dan Klasis Sorong.

Secara umum kegiatan Retreat ini dilakukan per wilayah dari wilayah satu hingga dua belas yang berada dalam lingkup GKI di Tanah Papua.

Wali Kota Sorong Septinus Lobat dan istri turut menghadiri acara ramah tamah dan jamuan kasih yang diadakan panitia Retreat di Rylich Panorama Hotel Sorong, Senin (12/5/2025).

Mengawali sambutannya, Wali Kota menyampaikan selamat datang bagi para peserta retreat.

Sebagai tuan rumah, ia mengapresiasi penyelenggaraan Retreat dari Sinode di tanah Malamoi, Kota Sorong bagi para pendeta dan guru jemaat.

Di kesempatan itu, Wali Kota berpesan agar setiap peserta harus memperhatikan pekerjaannya sebagai pelayan yang sudah Tuhan percayakan untuk memimpin jemaat seraya mengharapkan juga adanya dukungan baik melalui doa, pelayanan sebagai bentuk  sinergitas dari pihak pemimpin gereja dengan Pemerintah daerah.

Wali Kota Sorong Septinus Lobat saat memberikan sambutan / Foto : Suzan

“Kami adalah anak anak Tuhan yang ditetapkan untuk menjalankan pemerintahan tetapi juga harus menjadi Joshua yang memberkati pekerjaan Tuhan di atas Tanah Malamoi ini. Khusus Kota Sorong, kami bangga dan senang karena bisa dipercayakan sebagai tuan rumah kegiatan Retreat,” akuinya.

Wali Kota juga memohon dukungan dari para hamba Tuhan bagi program-program 5 tahun kedepan yang telah ditetapkan Pemerintah Kota Sorong dimana salah satunya adalah program pendidikan gratis.

Orang nomor satu di ibukota Provinsi Papua Barat Daya ini kemudian mengutip kata-kata Pendeta I.S Kijne “Di atas batu ini Aku meletakkan peradaban orang Papua”.

Ditegaskannya, bahwa untuk membangun peradaban adalah melalui pendidikan dan itu dimulai dengan program pendidikan gratis, untuk melihat bagaimana sumber daya manusia Papua akan berkembang.

“Berikut adalah kita memiliki komitmen untuk membangun kota Sorong yang indah, bersih, aman dan bagus. Untuk itu, saya mohon hamba-hamba Tuhan dapat mengedukasi masyarakat dalam jemaat agar kita bersama-sama menjaga Tanah Papua ini sebagai rumah kita bersama dan untuk generasi yang akan datang,” pungkasnya.

Ketua Sinode GKI di Tanah Papua Pdt. Andrikus Mofu di kesempatan itu mensyukuri sambutan hangat yang disampaikan Wali Kota Sorong.

“Ini adalah etika yang sangat baik karena selain sebagai tuan rumah yang melayani para tamu tetapi ini juga bentuk dukungan dan perhatian dari Pemerintah kota bagi keberadaan dan perkembangan gereja di Tanah Papua,” ungkapnya dengan penuh rasa syukur.

Momen pose bersama Wali Kota Sorong Septinus Lobat dan istri / Foto : Suzan

Pdt Andrikus berharap agar para peserta retreat dapat mengikuti setiap agenda dan jadwal yang telah tersusun dengan baik. Kemudian dapat menyerap materi-materi yang diberikan tim dari Sinode untuk nantinya dapat mengaplikasikannya di tengah-tengah kerja dan pelayanan dalam jemaat masing-masing.

Ketua Panitia Retreat Fany Tehupieroy dalam laporannya menjelaskan kegiatan ini merupakan program yang wajib diikuti pelayan firman dan guru jemaat yang akan mendapatkan penilaian dari pimpinan Gereja.

GKI Tanah Papua di 2025 ini mengusung tema “Tahun Kesehatian”.

“Jadi Retreat ini dilakukan bertujuan untuk bagaimana mengartikan ” Tahun Kesehatian” dalam tugas tugas pelayanan bersama dan untuk jemaat,” jelasnya.

Tim dari pimpinan Sinode GKI Tanah Papua sebagai narasumber dalam kegiatan ini.

Total peserta dari Klasis Sorong sebanyak 219 orang namun dari wilayah 7 ada sekitar 230 orang lebih.

Pembekalan materi menyangkut pedoman-pedoman pelayanan bagaimana untuk dilaksanakan dengan konsekuen di aras klasis dan jemaat.

Kemudian materi tentang aturan-aturan gereja dari sisi kepegawaian, sisi pelayanan termasuk juga permainan atau game-game sebagai bentuk lain penguatan materi bagi pelayan firman untuk melaksanakan tugas dan pelayanan demi menghadirkan kerajaan Allah bagi jemaat dan dunia.

ZAN

Exit mobile version