Koreri.com, Jayapura – PT PLN (Persero) melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Timika bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nduga, Papua Pegunungan, telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) Bantuan Kelistrikan untuk Kesejahteraan Orang Asli Papua di wilayah itu.
Penandatanganan yang berlangsung di Jakarta ini menjadi penanda dimulainya persiapan dan koordinasi lebih lanjut untuk program bantuan kelistrikan dan pengambilalihan pengelolaan sistem kelistrikan di Kabupaten Nduga oleh PLN.
Sebagai bagian dari PKS ini, Pemkab Nduga berkomitmen untuk menyediakan Program Bantuan Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat di Bidang Ketenagalistrikan.
Wakil Bupati Nduga Yoas Beon, S.IP, menyampaikan arti penting PKS ini bagi masyarakatnya.
“Salah satu program 100 hari kerja kami salah satunya listrik 24 jam yang bermanfaat besar untuk masyarakat. Penandatanganan PKS ini merupakan langkah awal aksi nyata untuk mewujudkan program dari visi misi kami Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Nduga,” tegasnya.
“Dukungan Pemda Nduga membuka ruang kolaborasi yang lebih luas demi kesejahteraan Masyarakat,” tegasnya.
Lebih lanjut, Parmonangan menjelaskan saat ini sistem kelistrikan di Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga ditopang oleh Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 50 kWp milik PLN, serta dua mesin pembangkit berdaya mampu total 580 kW. Dimana satu mesin pembangkit berkapasitas 380 kW adalah milik Pemkab Nduga.
Terkait PKS ini, General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat, Diksi Erfani Umar, menegaskan komitmen PLN dalam menerangi setiap sudut Papua.
“PKS ini adalah bentuk konkret sinergi kami dengan pemerintah daerah untuk memastikan pemerataan akses energi yang berkualitas di seluruh wilayah layanan kami. Kami optimis, melalui persiapan matang dan koordinasi yang erat, PLN dapat memberikan kontribusi signifikan bagi pembangunan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat,” kata Diksi Erfani Umar.
Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan dan keandalan listrik bagi masyarakat setempat, termasuk target peningkatan jam nyala listrik dari 6 jam menjadi 12 jam, guna mendukung berbagai aktivitas masyarakat Nduga.
RLS
