Koreri.com, Jayapura – PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) Papua dan Papua Barat kembali mengukir prestasi gemilang dengan meraih penghargaan pada ajang Nusantara CSR Awards (NCSRA) 2026.
Penghargaan kali ini diraih atas keberhasilan program “Peningkatan Kualitas dan Produksi Kopi Tiom” melalui pembangunan fasilitas dome (kubah) penjemuran kopi di Kabupaten Lanny Jaya, yang merupakan jantung dari Provinsi Papua Pegunungan.
Dalam ajang ke 17 yang diselenggarakan oleh La Tofi School of Social Responsibility ini, PLN UIW Papua dan Papua Barat berhasil meraih Peringkat Platinum Alignment pada kategori Ketahanan Ekonomi Masyarakat dan Rantai Nilai.
PLN UIW Papua dan Papua Barat meraih penghargaan setelah melewati penilaian berbasis metodologi La Tofi ESG Rating yang diperkuat oleh Corporate Economic Protection Index (CEPI). Instrumen ini dirancang untuk mengukur efektivitas CSR dalam menurunkan risiko dan melindungi nilai bisnis.
Program Kopi Tiom terpilih sebagai CEPI Champion Candidate dengan nilai 2,76 yang menunjukkan bahwa setiap Rp1 investasi program CSR mampu melindungi sekitar Rp2,76 nilai ekonomi perusahaan yang berada dalam eksposur risiko sosial dan ekonomi di wilayah operasi.
Keberhasilan PLN Papua meraih predikat tinggi membuktikan bahwa program yang dijalankan mampu mentransformasi manajemen CSR menjadi kekuatan ekonomi yang terukur bagi masyarakat lokal.
Chairman La Tofi School of Social Responsibility, La Tofi, menegaskan bahwa CEPI hadir sebagai standar baru keberhasilan CSR.
“Hari ini, perusahaan tidak lagi bertanya apa alat ukur keberhasilan CSR. Melalui CEPI, CSR telah memiliki ukuran yang jelas, yakni seberapa besar nilai ekonomi yang berhasil dilindungi,” ujarnya.
General Manager PLN UIW Papua dan Papua Barat, Diksi Erfani Umar, menyatakan komitmennya untuk menjaga keberlanjutan dampak positif ini.
“Penghargaan ini memotivasi kami untuk terus memastikan program TJSL tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi menjadi motor penggerak ekonomi yang mandiri bagi masyarakat Papua. Kami ingin setiap rupiah yang diinvestasikan dalam TJSL memberikan proteksi ekonomi yang berkelanjutan bagi para petani kita,” tutup Diksi Erfani Umar.
Upaya yang dilakukan PLN difokuskan pada penyelesaian masalah produksi dan pascapanen melalui pembangunan fasilitas dome pengering kopi serta standardisasi produk.
Selain infrastruktur, PLN memberikan pelatihan manajemen usaha dan pendampingan intensif bagi Kelompok Tani Tiom. Langkah ini bertujuan memperkuat rantai nilai kopi lokal agar mampu menembus pasar yang lebih kompetitif dengan kualitas yang konsisten.
Prestasi PLN Papua semakin lengkap karena General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat, Diksi Erfani Umar, juga dinobatkan sebagai 100 Manager Program Terbaik Indonesia 2026 pada peringkat Platinum Leader Performance dengan skor akhir 91,25 atas dedikasinya dalam mengawal implementasi aksi mitigasi serta memastikan setiap dampak program yang dijalankan terverifikasi di lapangan agar sejalan dengan kebutuhan masyarakat.
RLS
