Koreri.com, Ambon – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon berkomitmen untuk terus menjaga identitasnya sebagai kota musik dunia.
Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan menggelar festival musik tradisional jukulele tingkat kecamatan dengan menyasar anak-anak usia 7 hingga 15 tahun. Kegiatan ini merupakan rangkaian lomba yang digelar di lima kecamatan, sebelumnya.
Kali ini, lomba yang diinisiasi Tim Penggerak PKK Kota Ambon bekerja sama dengan Ambon Music Oce (AMO) berlangsung di Kecamatan Nusaniwe, Rabu (23/7/2025).
Bertempat di Aula Gedung Telkom Talake, total sebanyak 19 peserta yang mengikuti babak penyisihan tersebut.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Selly Kalahatu saat membacakan sambutan Wali Kota Ambon memastikan bahwa, Amboina Jukulele Festival yang digagas oleh Tim Penggerak PKK Kota Ambon bekerja sama dengan AMO sejak 2023 ini, akan memberikan dampak yang positif bagi kehidupan bermusik di Kota Ambon, juga sebagai warisan budaya bagi generasi penerus.
“Saya ingin menyampaikan bahwa ini bukan hanya sebagai sebuah ajang kompetisi tetapi lebih daripada itu, sebagai sarana untuk mengembangkan potensi kreativitas musik anak muda dan generasi Kota Ambon untuk terus berkarya, mengembangkan karakter positif serta mendukung aspek kognitif dan motorik anak-anak sekaligus memperkuat identitas ambon sebagai kota musik dunia,” ungkap Wali Kota dalam sambutannya.
Karena itu, diharapkan anak-anak atau peserta Amboina Jukulele Kecamatan Nusaniwe tetap tanamkan nilai-nilai positif dan sportifitas dalam berlomba.
“Menang dan kalah itu hal yang biasa, yang penting adalah kita semua dapat tetap melestarikan identitas budaya dan jati diri musik dalam kehidupan orang Ambon. Selamat berlomba, mari kita semua tetap bergandeng tangan dalam mewujudkan generasi Kota Ambon yang berkualitas dan kreatif dalam menjaga dan mengembangkan Ambon City Of Music secara berkelanjutan,” pungkasnya.
JFL
