Reses II di Dapil I Kota Sorong, Yosafat Kambu Siap Kawal Aspirasi Warga

Yosafat Kambu Reses II 2025

Koreri.com, Sorong – Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi Papua Barat Daya (DPRP PBD) melaksanakan agenda reses II tahun 2025 di Daerah pemilihan (Dapil) masing-masing.

Di Dapil I Kota Sorong, Legislator Drs. Yosafat Kambu, M.Si., M.Th melaksanakan agenda resesnya pada dua lokasi yaitu Kelurahan Klakublik dan Kelurahan Klasuur.
Kambu dalam giat resesnya mengusung tema: “Menjaring Aspirasi Rakyat Untuk Kemajuan Kota Sorong”.

Aktivitas menjaring aspirasi ini mengambil lokasi di Kantor Pusat Gereja Baptis Anugerah Indonesia (Depan Saga Supermarket), Jalan Ahmad Yani, Klakublik, Distrik Sorong Kota – Kota Sorong – PBD, Jumat (25/7/2025) pukul 08.00 – 12.00 WIT.

Agenda I pertemuan bersama dengan kelompok sasaran yaitu para janda dan duda serta orang tua yang telah lanjut usia yang dimulai pukul 08.00-10.00 WIT.

Agenda II bersama kelompok Pejuang Sorpus pukul 10.00 – 12.00 WIT dan Agenda III bersama masyarakat sekitar Kelurahan Klakublik pukul 12.00 WIT sampai dengan selesai.

Adapun sejumlah aspirasi yang dijaring dalam giat reses tersebut diantaranya, masyarakat setempat meminta perhatian soal pendidikan anak-anak yang ada di Keluruhan Klakublik Distrik Sorong Kota.

Kemudian, memohon bantuan diadakan pemberian beasiswa bagi mahasiswa/i studi akhir.

Juga aspirasi dibidang kesehatan, berupa usulan pembangun puskesmas yang tersebar di semua distrik dengan fasilitas yang lengkap, tersedia dokter, obat-obatan, dan tersedia ruang rawat inap.

Berikutnya usulan di bidang infrastruktur berupa perbaikan jalan di Kota Sorong.

Juga penanganan masalah banjir ketika terjadinya hujan sehingga perlu ada normalisasi kali atau sungai serta selokan yang ada di Kota Sorong.

Warga juga meminta dilakukan kajian ulang terhadap tata ruang Kota Sorong sehingga bisa menata dan meminimalisir banjir di beberapa titik yang ada.

Aspirasi yang sama juga disampaikan warga masyarakat saat reses II di Kelurahan Klasuur.

Legislator Yosafat Kambu memastikan setiap aspirasi yang sudah disampaikan, akan dilanjutkan dalam rapat Fraksi Partai Golkar untuk dibahas dan diusulkan dalam rapat DPRP PBD sebagai suatu kebijakan untuk dilaksanakan.

“Saya akan kawal aspirasi dari bapak dan Ibu. Kalau sudah masuk maka kita berdoa agar bisa terjawab dan akan disampaikan hasilnya kepada kita semua,” imbuhnya.

Khusus untuk bantuan studi akhir, Yosafat meminta agar para mahasiswa/i menyiapkan berbagai dokumen persyratan untuk bisa menerimanya. Dokumen tersebut antara lain Foto kopi KTP dan KHS (Karta Hasil Studi).

Di kesempatan itu, Yosafat Kambu bersama istri secara khusus menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh lapisan masyarakat yang ada di Kelurahan Klakublik dan Klasuur.

“Kami tidak bisa memberikan apapun namun kami ucapkan terimakasih banyak kepada seluruh anggota masyarakat yang telah memilih saya sebagai anggota DPRP Papua Barat Daya dengan jumlah suara 700 ribu lebih hampir 800 ribu. Ini sangat luar biasa karena ini saya punya basis,” ucapnya.

Sementara Miryam Isir, istri dari Yosafat Kambu yang setia mendampingi sang suami turut menyampaikan harapannya.

“Kami tidak pernah membuka posko atau tidak pernah tatap muka dengan mereka, hanya satu kali ketemu saja di Kuda Laut. Jadi satu kelurahan dari Kuda Laut sampai RRI kami tidak pernah menjumpai mereka tetapi kami secara pribadi dan keluarga mengucapkan banyak terima kasih kepada warga masyarakat kelurahan,” ucapnya.

Miryam memastikan terlebih dahulu suaminya melihat di lingkungan setempat baru selanjutnya keluar melangkah ke tempat lain seperti Kelurahan Klausur, Kampung Baru, Puncak Rafidin sampai di Saoka itu tahap berikutnya.

Ia juga menyampaikan, awalnya telah menjumpai para pengikutnya yang berjuang untuk Papua Barat Daya yaitu warga masyarakat yang beragama Muslim yang telah setia mengikuti selama 16 tahun 8 bulan hingga provinsi ini.

“Jadi itu yang pembukaan pertama, mereka telah dikumpulkan untuk kami sekeluarga menyampaikan ucapan terima kasih lewat reses pertama tanpa memandang dari kelurahan mana karena beliau peduli dengan semua yang dari Klaligi hingga Rufei,” tambahnya.

Miryam mengakui untuk rencana reses ketiga tidak bisa beri janji karena ada efisiensi anggaran sehingga terbatas.

“Tatap muka dengan masyarakat akan disesuaikan dengan rencana yang telah kami susun tapi kami tetap peduli dengan mereka,” pungkasnya.

ZAN

Exit mobile version