Bupati Supiori Diduga Tekan ASN, Ancam Dicopot Jika Tak Dukung Mari-Yo

Bupati Supiori Arahkan ASN di PSU

Koreri.com, Jayapura – Bupati Supiori Heronimus Mansoben diduga mengarahkan Aparatur Sipil Negara (ASN) di wilayah itu untuk memilih pasangan calon nomor urut 2, Matius Fakiri dan Aryoko Rumaropen (Mari-Yo).

Hal itu dilakukannya menjelang Pemungutan Suara Ulang (PSU) di Kabupaten Supiori, Papua, yang dijadwalkan berlangsung pada 6 Agustus 2025.

Dugaan itu mencuat setelah dalam apel pagi, Senin (4/8/2025), Bupati secara terbuka menyatakan bahwa ASN yang tidak mendukung pasangan Mari-Yo akan dicopot dari jabatannya. Instruksi tersebut disampaikan di hadapan puluhan ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Supiori.

“Bupati bilang, siapa pun ASN yang tidak pilih nomor 2 akan dicopot, termasuk kepala dinas, kepala bidang, dan kepala badan,” ungkap seorang ASN yang meminta identitasnya dirahasiakan karena alasan keamanan.

Situasi ini memicu keresahan. ASN yang merasa tertekan menyebut berada dalam posisi dilematis di antara loyalitas terhadap atasan dan hak politik sebagai warga negara.

“Kami punya pilihan sendiri. Tapi kalau tidak ikuti arahan, bisa-bisa jabatan batal. Meski begitu, saya dan beberapa teman tetap akan memilih sesuai hati nurani,” lanjut ASN tersebut.

Tekanan juga disebut menyasar kepala kampung. Beberapa di antaranya bahkan diancam akan diperiksa terkait dana desa jika tidak mengikuti arahan memilih paslon tertentu.

Praktik ini memicu keprihatinan dari berbagai pihak. Tokoh masyarakat Supiori menilai tindakan Bupati mencederai semangat demokrasi dan netralitas pejabat publik.

“Kepala daerah seharusnya netral, bukan jadi tim sukses. Jika benar ada intimidasi, aparat penegak hukum dan Bawaslu wajib bertindak,” tegas salah satu tokoh masyarakat.

PSU Supiori merupakan tindak lanjut dari putusan Mahkamah Konstitusi atas sengketa Pilkada sebelumnya. Penyelenggara pemilu diharapkan menjamin proses berlangsung jujur, adil, dan bebas tekanan.

Hingga berita ini diterbitkan, Bupati Supiori belum memberikan pernyataan resmi terkait dugaan intervensi politik tersebut. Bawaslu pun diminta segera turun tangan untuk memastikan netralitas ASN dalam PSU yang tinggal sehari lagi

TIM

Exit mobile version