Koreri.com, Ambon – Ketua TP PKK Kota Ambon Lisa Wattimena menyerahkan Sertifikat Elsimil (Sertifikat Siap Nikah dan Hamil) bagi Calon Pengantin (Catin) yang melakukan pemberatan nikah di Gereja Joseph Kam, Belakang Soya, Jumat (8/8/2025).
Pemberian sertifikat Elsimil di hari ini dilaksanakan berdasarkan peraturan presiden nomor 72 tahun 2021 tentang Ran Pasti (Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Stunting).
“Jadi persoalan stunting merupakan masalah nasional yang perlu ditangani secara komprehensif mulai dari hulu dan berkelanjutan dari usia remaja khususnya remaja putri kemudian calon pengantin, ibu hamil, bayi dan balita sehingga pencegahan stunting dapat dilaksanakan dengan baik,” ungkap Lisa pada kesempatan memberikan sambutan.
Acara calon pengantin, dilakukan skrining oleh tim pendamping keluarga yang terdiri dari kader KB, Tim Penggerak PKK dan tenaga kesehatan yang ada di desa dan negeri dalam wilayah Kota Ambon dan mengisi aplikasi Elsimil.
“Kita lakukan ini karena kita harus mempersiapkan generasi muda agar memasuki masa pernikahan dengan kesiapan yang sudah matang baik dari fisik, mental maupun sosial sehingga terciptalah rumah tangga yang harmonis dan sehat,” tegasnya.
“Demikian halnya kepada kedua anak terkasih kita yang berbahagia di hari ini, dalam proses pendampingan keluarga dan masuk sebagai data calon pengantin pada aplikasi Elsimil,” sambung Lisa.
Hasilnya, calon pengantin Armando dan Augie memperoleh hasil dengan gizi yang sangat baik untuk siap nikah dan hamil.
“Sehingga hari ini saya selaku Ketua PKK Kota Ambon sekaligus Wakil Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting Kota Ambon menyerahkan sertifikat elsimil ini kepada kedua anak terkasih,” imbuhnya.
Lisa menekankan, bahwa sertifikat ini bukan hanya sekedar bukti administratif tetapi juga merupakan sebuah komitmen untuk menjalani kehidupan keluarga dengan penuh tanggung jawab, menjaga kesehatan reproduksi, dan membangun keluarga berkualitas yang akan menjadi tonggak bagi kemajuan bangsa.
Sertifikat Elsimil adalah, bagian dari upaya BKKBN dan pemerintah daerah, untuk mencegah stunting di Indonesia, terutama di kalangan pasangan muda yang akan menikah dan memiliki anak.
JFL
