Kisah Jefry Rumbrawer: Petani Milenial yang Ubah Kampung Mobi Jadi Sentra Sayur Organik

Bukti Komitmen SKK Migas bersama Petrogas Basin Ltd. Terus Berdayakan Masyarakat Lokal

Jefri Rumbrawer Local Hero Petrogas2

Koreri.com, Sorong – SKK Migas bersama Petrogas Basin Ltd.terus mendorong pemberdayaan masyarakat lokal melalui berbagai usaha dan program kerja yang terarah dan tepat sasaran.

Upaya yang dilakukan SKK Migas – Petrogas tersebut kini mulai membuahkan hasil nyata.

Melalui pelatihan pembuatan pupuk organik pada bulan Oktober 2024 lalu, kini warga Kampung Mobi, Distrik Seget, Kabupaten Sorong mampu mengubah lahan pekarangan mereka menjadi sumber pangan sekaligus penggerak ekonomi desa.

Kru Koreri.com dan beberapa rekan jurnalis berkesempatan mengunjungi Kampung Wobi dan melihat secara langsung hasil usaha dan kerja salah seorang warga yang mampu mengubah mindset atau pola pikir warga agar dapat berkarya menggunakan bahan bahan yang sederhana namun memiliki nilai ekonomi yang tinggi.

Kisah inspiratif itu datang dari Jefry Rumbrawer (38). Pria yang sebelumnya bekerja sebagai sopir truk trailer ini berhasil memanfaatkan ilmu dari pelatihan untuk menanam sayur-sayuran organik di pekarangan rumahnya.

Kangkung, sawi, terong, cabai, hingga tomat tumbuh subur dan bukan hanya memenuhi kebutuhan keluarga, tapi juga dipasarkan ke Kasim Marine Terminal (KMT) Petrogas, kapal-kapal yang singgah, hingga ke luar kampung.

Tak berhenti disitu, Jefry kemudian menggagas pembentukan kelompok tani beranggotakan 15 orang yang mayoritas merupakan pekerja laut atau nelayan. Mereka bersama-sama membuka lahan percontohan seluas 2.800 meter persegi.

Meski baru sekitar 20 meter yang difungsikan namun hasilnya sudah memuaskan dan beberapa kali dipanen.

“Setelah mendapatkan ilmunya, saya ajak ibu-ibu untuk memanfaatkan pekarangan rumah. Hasilnya bagus. Dari situlah saya berinisiatif membentuk kelompok tani dan membuka lahan percontohan,” ujar Jefry.

Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak lepas dari dukungan SKK Migas dan Petrogas yang menyediakan pelatihan serta bibit.

“Kami menanam lima jenis sayuran yaitu kangkung, terong, rica, sawi, dan tomat. Semua dikerjakan dengan gotong-royong,” tambahnya.

Meski sudah berhasil, Jefry mengakui kelompoknya masih menghadapi keterbatasan.

“Lahan kami cukup besar, tapi untuk menggarapnya butuh alat atau mesin pertanian. Kami berharap ada dukungan dari Pemerintah daerah agar usaha ini bisa berkembang lebih luas,” harapnya.

Kepala Kampung Mobi, Rachel Tahalea, turut memberikan apresiasi kepada Petrogas yang selama ini aktif membantu warga, baik di bidang ekonomi, kesehatan, pendidikan, maupun peningkatan kapasitas masyarakat.

“Kami berterima kasih karena program seperti ini membuat warga lebih mandiri dan optimis membangun kampung,” ujarnya.

Sementara itu, Relation and Communication Officer Petrogas Basin Ltd., Zatri Alam, menjelaskan pelatihan pupuk organik dilaksanakan dalam dua tahap pada Oktober dan Desember 2024.

Masyarakat diajarkan membuat pupuk dari sisa sayur, kulit buah, hingga limbah makanan rumah tangga yang diolah menjadi kompos kaya nutrisi.

“Tujuannya mengurangi ketergantungan warga pada pupuk kimia dari luar Sorong. Dengan pertanian organik, masyarakat lebih mandiri, sehat, dan sejahtera,” jelas Zatri.

Kini, Kampung Mobi memiliki sosok local hero dalam diri Jefry Rumbrawer. Dari seorang sopir truk, ia bertransformasi menjadi pionir pertanian organik yang menginspirasi masyarakatnya untuk mandiri pangan dan bangkit secara ekonomi.

ZAN

Exit mobile version