Gandeng Cocos Tour Indonesia, Dispar PBD Siapkan Program Fam Trip Top Agent China dan Taiwan ke R4

Pemprov PBD Cocos Tour Indonesia
Pertemuan santai Gubernur PBD bersama pihak Cocos Tour Indonesia, PHRI dan ASITA di Hotel Vega Kota Sorong, Minggu (5/10/2025) / Foto : KENN

Koreri.com, Sorong – Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya (PBD) mulai membuka akses industri pariwisata internasional dengan menggandeng Cocos Tour Indonesia.

Cocos Tour Indonesia yang merupakan perusahaan travel yang sudah berpengalaman membuka jalur wisata dari Tiongkok ke Indonesia mulai menyiapkan langkah strategis untuk trip wisata China dan Taiwan ke Sorong transit di Manado.

Dengan menggandeng Cocos Tour Indonesia, Dinas Pariwisata (Dispar) PBD menyiapkan program Fam Trip Top Agent China dan Taiwan ke Raja Ampat (R4).

Owner Cocos Tour Indonesia Lentono Asen melalui Direktur Bisnis Wilayah Asia Timur Dino Gobel didampingi GM Cocos Indonesia Gilbert Antoni mengatakan, potensi dan nama R4 di Papua Barat Daya menjadi incaran wisatawan China karena dari sisi destinasinya cantik termasuk atraksi-atraksi budayanya.

“Raja Ampat sering disebut oleh agen-agen maupun turis-turis dimana kami mengembangkan bisnis ini seperti di wilayah China maupun Taipeh,” ungkap Dino saat makan malam bersama Gubernur PBD di Kota Sorong, Minggu (5/10/2025).

Dino mengungkap, ketika pihaknya membuka akses penerbangan langsung dari Zhenzchen Shanghai dan Wangsho yang sudah mulai di Manado diawali dengan mendatangkan agen-agen China, banyak turis yang langsung ke kami maupun lewat agen menanyakan kalau bisa R4.

“Mereka minta nama Raja Ampat juga ikut di bundling  atau dijual bersama dengan Manado sehingga kami sedang menggarap satu program ini insyaallah bisa terlaksana yaitu 5 hari di Manado di Manado dan 3 hari datang di Raja Ampat,” ujarnya.

Dino menegaskan bahwa Raja Ampat adalah daya tarik magnet triggernya Papua Barat Daya, hal ini yang membuat Cocos Tour Indonesia ingin jalin kerjasama itu sehingga turis atau wisatawan asing yang datang ke Manado tidak langsung pulang tapi mereka lanjut habiskan uangnya di wisata R4.

Meski perekonomian dunia sedang tidak baik-baik saja tetapi sektor wisata tak pernah surut, apalagi di China ekonominya lagi bagus, pola berwisata mereka bisa rata-rata hanya 5 hari tetapi sekarang bisa sampai mingguan.

Cocos Tour Indonesia punya komitmen menjawab program Nawacita Presiden Prabowo khususnya di bidang ekonomi kerakyatan berbasis parawisata, turis yang datang akan bikin mereka benar-benar betah di Manado dan Raja Ampat.

Ini momentum untuk gait para wisatawan datang, mumpung Manado sudah punya pintu penerbangan langsung Zhenzchen Shanghai manfaatkan Bandara DEO di Sorong sudah naik kelas internasional flight, sinergi dengan Manado ini adalah sebuah roadmap. bukan mustahil Raja Ampat yang sudah terkenal akan semakin terkenal lagi dan akan memancing maskapai-maskapai internasional akan langsung terbang ke Sorong.

“Saya melihat komitmen pemerintah provinsi Papua Barat Daya, Pak Gubernur sebagai CEO yang memiliki komitmen mengembangkan sektor Pariwisata demi meningkatkan perekomian dan kesejahteran masyarakat di daerah ini,” sahutnya.

Pihak Cocos juga mengapresiasi Kepala Dinas Pariwisata, Kadis Perhubungan dan pihak PHRI serta ASITA di Papua Barat Daya yang hadir dalam pertemuan santai namun bermakna tersebut.

Harapannya, ada peluang baru dalam sektor wisata dapat tercipta di daerah otonomi baru ini atas kolaborasi dan sinergitas atas dukungan pemerintah daerah, ASITA, PHRI dan Media massa

Gubernur Elisa Kambu yang sangat serius mengikuti penjelasan pihak Cocos Tour Indonesia memberikan apresiasi terkait rencana pengembangan pariwisata itu.

“Jika dibandingkan dengan Manado, fasilitas dan infrastruktur di Papua Barat Daya masih belum memadai namun untuk kekayaan alam tidak ada yang menyamai Raja Ampat dan wilayah lain disini,” ungkap Elisa Kambu.

Untuk membuka peluang investasi baru serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi dari sektor pariwisata maka pemerintah provinsi Papua Barat Daya mendukung dan mendorong percepatan tour wisatawan China ke R4.

Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan Viktor Salossa mengatakan, pihaknya sedang mempercepat penyelesaian 17 tahapan administrasi Dominie Eduard Osok (DEO) Sorong sebagai Bandara Internasional yang ditetapkan kementrian Perhubungan RI tanggal 18 Agustus 2025 lalu.

“Target kami, Februari 2026 Bandara DEO sudah bisa dibuka secara reguler untuk penerbangan internasional. prinsipnya kami siap mendukung penuh agar penerbangan internasional bisa terwujud,” ucapnya.

Kadis Pariwisata PBD Yusdi Lamatenggo menambahkan selain wisata, Provinsi ini ada juga memiliki kawasan ekonomi khusus (KEK) di Kabupaten Sorong akan memperkuat daya saing ekonomi daerah.

“Selain sektor pariwisata, kita punya KEK mungkin investor datang menginvestasi dan membawa tenaga kerja dari China di sini dapat meningkatkan ekonomi di Papua Barat Daya,” ujarnya.

Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) dan Asosiasi Travel Agent Indonesia (ASITA) Papua Barat Daya siap bersinergi dengan Cocos Tour Indonesia memajukan sektor wisata.

Harapannya langkah pemerintah daerah PBD bersama Cocos Tour Indonesia jadi pintu masuk bangkitnya pariwisata internasional wilayah Indonesia Timur sekaligus Papua Barat Daya sebagai destinasi baru unggulan Asia Tenggara.

KENN

Exit mobile version