Koreri.com, Timika – Seorang oknum tenaga kesehatan (nakes) membuat geger Kabupaten Mimika melalui unggahannya yang langsung viral di jagat maya.
Dalam unggahan viralnya itu, sang oknum nakes tersebut mengaku harus menempuh jalan kaki selama 12 jam dari Aroanop ke Banti, Distrik Tembagapura untuk berobat temannya lantaran stok obat malaria di Pustu Aroanop habis.
Tak ayal, sejumlah pihak langsung merespon postingan viral tersebut.
Salah satunya datang dari Kepala Distrik Tembagapura, Dev Richard Tatiratu yang angkat bicara menaggapinya.
Bagi Kadistrik Dev, bahwa persoalan utama dalam kejadian tersebut bukan soal unggahan itu viral atau tidak? Melainkan kurangnya koordinasi dengan Pemerintah distrik sebelum perjalanan dilakukan.
“Saya juga sebagai kepala distrik tidak dikonfirmasi terkait perjalanan mereka. Kalau mereka berkoordinasi, kita bisa mengupayakan penjemputan dari Pemerintah atau Freeport,” herannya.
Dev menjelaskan, jalur yang dilalui dari Aroanop menuju Banti di wilayah Tembagapura merupakan kawasan yang masuk kategori zona merah sehingga memiliki risiko tinggi bagi keselamatan siapa saja yang melintas.
“Jalur yang dilewati adalah jalur zona merah. Kalau terjadi apa-apa di perjalanan siapa yang disalahkan?” cetusnya.
Dev menegaskan, Pemerintah Distrik Tembagapura selama ini selalu berupaya hadir membantu para nakes yang bertugas di wilayah pedalaman, termasuk ketika mereka mengalami kesulitan logistik.
Ia mencontohkan, tenaga kesehatan yang bertugas di Kampung Banti pernah kehabisan bahan makanan. Saat menerima laporan tersebut, pemerintah distrik langsung mengambil langkah cepat untuk membantu kebutuhan mereka.
“Nakes yang di Banti saja pernah kehabisan bama. Begitu kami dari distrik dapat laporan, langsung kami bawa nakes-nakes itu belanja bama di Shopping Tembagapura. Ini sebagian bentuk kecil pemerintah selalu hadir,” beber Dev.
Ia berharap seluruh pihak, termasuk nakes yang bertugas di wilayah pedalaman, dapat membangun komunikasi dan koordinasi yang baik dengan Pemerintah distrik agar berbagai kendala di lapangan dapat segera diatasi bersama.
“Yang paling terpenting itu adalah koordinasi, biar jangan ada dusta di antara kita,” pungkasnya.
Sebelumnya, unggahan seorang tenaga kesehatan yang mengaku berjalan kaki dari Aroanop ke Banti di Distrik Tembagapura viral di media sosial hingga menuai berbagai tanggapan publik.
Menanggapi hal itu, Bupati Mimika Johannes Rettob menekankan setiap persoalan yang dihadapi petugas di lapangan sebaiknya disampaikan kepada pemerintah agar dapat dicarikan solusi, bukan disiarkan melalui media sosial, terlebih dilakukan pada saat jam kerja.
TIM
