Koreri.com, Ambon – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon bersama PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) Maluku dan Maluku Utara resmi meluncurkan Program Bayar Listrik dengan Sampah, Jumat (24/7/2026).
Peluncuran itu dilakukan bersamaan dengan peresmian RT Binaan PLN Peduli di RT 003/RW 002, Dusun Wailete, Negeri Hative Besar, Kecamatan Teluk Ambon.
Program tersebut menjadi langkah nyata kolaborasi antara pemerintah, PLN, komunitas Beta Bank Sampah, dan masyarakat dalam mendorong pengelolaan sampah berbasis masyarakat menuju gaya hidup yang lebih berkelanjutan.
Wali Kota Ambon dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP) Apries Gaspersz, menegaskan bahwa persoalan sampah saat ini telah berkembang menjadi isu strategis yang tidak hanya berkaitan dengan kebersihan lingkungan, tetapi juga menyangkut kualitas lingkungan hidup, perubahan iklim, ekonomi sirkular, hingga masa depan generasi mendatang.
Menurutnya, meningkatnya jumlah penduduk, aktivitas ekonomi, perubahan pola konsumsi, dan penggunaan produk sekali pakai menyebabkan volume sampah di Kota Ambon terus bertambah setiap hari.
“Sehebat apa pun sistem pengangkutan dan pengolahan sampah yang dimiliki pemerintah, semuanya tidak akan pernah cukup apabila masyarakat masih memandang sampah sebagai sesuatu yang harus dibuang, bukan sebagai sumber daya yang dapat dimanfaatkan kembali,” ujar Bodewin dalam sambutan yang dibacakan Apries.
Karena itu, Wali Kota mengajak seluruh masyarakat meninggalkan pola lama “kumpul, angkut, buang” dan beralih pada paradigma “kurangi, pilah, olah, dan manfaatkan” sebagai fondasi pengelolaan sampah modern.
Ia menekankan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah sangat ditentukan oleh perubahan perilaku masyarakat, dimulai dari rumah tangga sebagai titik awal lahirnya budaya peduli lingkungan.
“Jika setiap rumah tangga mampu memilah sampah sejak dari rumah, maka persoalan sampah di tingkat kota akan berkurang secara signifikan,” katanya.
Bodewin menjelaskan bahwa pengelolaan sampah berbasis masyarakat memberikan ruang kepada warga menjadi pelaku utama dalam menjaga lingkungan. Sampah rumah tangga tidak lagi dipandang sebagai limbah, tetapi dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai ekonomi yang mampu meningkatkan pendapatan keluarga melalui konsep ekonomi sirkular.
Dalam kesempatan tersebut, Pemkot Ambon juga mengapresiasi inovasi Program Bayar Listrik dengan Sampah yang diinisiasi PLN melalui Program PLN Peduli.
Menurut Bodewin, program tersebut bukan sekadar menyediakan alternatif pembayaran rekening listrik, melainkan membangun budaya baru agar masyarakat terbiasa memilah, menabung, dan memanfaatkan sampah sebagai sumber nilai ekonomi.
“Ketika masyarakat menyadari bahwa sampah memiliki nilai ekonomi yang dapat membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga, maka motivasi untuk mengelola sampah akan tumbuh secara alami,” ujarnya.
Ia berharap program tersebut berkembang menjadi gerakan masyarakat yang berkelanjutan dan diterapkan di berbagai desa, negeri, serta kelurahan di Kota Ambon.
Sementara itu, General Manager PT PLN UIW Maluku dan Maluku Utara, Asep, menegaskan komitmen PLN untuk terus mendukung pengelolaan sampah melalui kolaborasi bersama Pemerintah Kota Ambon dan komunitas Beta Bank Sampah.
Menurut Asep, produksi sampah di Kota Ambon saat ini mencapai sekitar 165 ton per hari, terdiri atas sampah organik dan anorganik. Kondisi tersebut harus segera diantisipasi agar tidak menimbulkan persoalan lingkungan yang lebih besar.
Ia mengingatkan pengalaman daerah lain yang pernah mengalami insiden di tempat pembuangan akhir akibat penumpukan sampah yang menghasilkan gas dari proses fermentasi.
“Kami tidak ingin kejadian seperti itu terjadi di Ambon. Karena itu PLN hadir bersama masyarakat untuk mendukung pengelolaan sampah yang lebih baik,” katanya.
Asep mengapresiasi inovasi Beta Bank Sampah yang berhasil mengolah limbah organik, seperti kulit pisang, kulit nanas, dan berbagai kulit buah lainnya menjadi eco-enzyme, produk ramah lingkungan hasil fermentasi yang memiliki banyak manfaat.
Melalui Program Bayar Listrik dengan Sampah, lanjutnya, PLN ingin membangun kesadaran bahwa sampah memiliki nilai ekonomi apabila dikelola dengan benar.
“Kalau bahasa kami, dari sampah menjadi berkah. Sampah bukan lagi barang buangan, tetapi memiliki nilai ekonomi yang tinggi apabila dikelola dengan baik,” ujarnya.
PLN juga menyatakan siap memperluas kolaborasi dengan DLHP Kota Ambon, pemerintah negeri, dunia usaha, perguruan tinggi, komunitas lingkungan, dan masyarakat untuk mengembangkan pengelolaan sampah berbasis masyarakat secara berkelanjutan.
Peluncuran program tersebut sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan Ambon sebagai kota yang lebih bersih, sehat, dan ramah lingkungan melalui partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.
JFL
