Koreri.com, Jayapura – Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Nasional tahun 2025, Barisan Merah Putih (BMP) Provinsi Papua menggelar diskusi kebangsaan dan kepemudaan bersama mahasiswa-mahasiswi asal Waropen, Senin (10/11/2025).
BMP dalam giat ini menyasar peserta yang tinggal di asrama putra-putri Waropen, Kota Jayapura.
Ketua DPD BPM Provinsi Papua Yerry Stenli Hamadi, mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mempererat komunikasi dan kerja sama antara mahasiswa dengan organisasi yang dipimpinnya sekaligus menanamkan nilai-nilai nasionalisme di kalangan generasi muda Papua.
“Hari ini kami berdiskusi bersama adik-adik mahasiswa Waropen untuk membangun komunikasi dan memperkuat semangat kebangsaan. Kami juga membagikan bantuan sosial serta door prize sebagai bentuk kepedulian sosial,” ujarnya.
Yerry menegaskan bahwa momentum Hari Pahlawan harus menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat Papua untuk tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang berupaya memecah belah persatuan bangsa.
“Papua adalah bagian integral dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Kami mengajak seluruh tokoh pemuda dan mahasiswa untuk bersinergi menjaga keutuhan bangsa ini,” tegasnya.
Ke depan, BMP Papua berkomitmen menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk tokoh pemuda dan pengurus asrama mahasiswa dalam rangka mendukung program strategis dan membantu kebutuhan mahasiswa di Jayapura.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua BMP Papua Paul Ohee menyampaikan bahwa kegiatan diskusi ini menjadi sarana penting dalam menumbuhkan semangat nasionalisme di kalangan generasi muda Papua.
“Momentum Hari Pahlawan harus menjadi pemicu bagi anak-anak muda Papua untuk meneladani semangat perjuangan para pahlawan dan mempersiapkan diri sebagai pemimpin masa depan dalam bingkai NKRI,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu pemateri dalam diskusi itu, Gifli Buinei, menilai kegiatan ini sangat positif dan relevan di tengah mulai memudarnya nilai-nilai kebangsaan di kalangan generasi muda.
“Kegiatan ini memberikan edukasi tentang wawasan kebangsaan dan empat pilar nasional. Mahasiswa harus menjadi penerus sekaligus pelurus bangsa, agen perubahan yang membawa nilai-nilai kebenaran,” ungkapnya.
Apresiasi juga datang dari Veronika Rebrageri, Ketua Asrama Putri Mahasiswa Waropen. Ia menyebut kegiatan BMP Papua ini mampu menumbuhkan semangat nasionalisme dan rasa hormat terhadap perjuangan para pahlawan.
“Diskusi seperti ini sangat bermanfaat. Kami jadi lebih memahami arti perjuangan dan pentingnya persatuan. Harapannya, kegiatan seperti ini terus berlanjut, bahkan bisa dikembangkan dengan kegiatan lain seperti olahraga atau lomba-lomba kebangsaan,” kata Veronika.
Melalui kegiatan ini, BMP Papua berharap dapat memperkuat rasa persaudaraan dan menumbuhkan kembali semangat kebangsaan di kalangan pemuda Papua, sejalan dengan cita-cita para pahlawan dalam menjaga keutuhan dan kedamaian NKRI.
RLS
