Koreri.com, Sorong – Peringatan 24 tahun menjadi momentum pengingat perjalanan pelaksanaan Otonomi Khusus (Otsus) untuk meningkatkan kesejahteraan, memperkuat pembangunan, serta menjaga jati diri dan martabat masyarakat asli Papua.
Namun dibalik tujuan keberpihakan kepada OAP tersebut, anggaran yang dikucurkan dalam realisasi serapannya masih minim atau belum mencapai 50 persen khususnya di Provinsi Papua Barat Daya.
Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu merincikan secara gamblang realisasi dana Otsus hingga 19 November 2025, yang disalurkan pada berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD):
1. Dana Otsus Block Grant (1%)
* Realisasi: Rp 93.996.091.780
* Total pagu: Rp 173.128.116.000
* Persentase: 53,41%
* Tersalurkan pada 15 OPD.
2. Dana Otsus Specific Grant
* Realisasi: Rp 101.232.518.079
* Pagu: Rp 209.527.135.000
* Persentase: 48,31%
* Untuk 10 OPD.
3. Dana Otsus DTI
* Realisasi: Rp 28.569.163.279
* Pagu: Rp 126.046.105.000
* Persentase: 22,67%
* Untuk 4 OPD.
4. SILPA Block Grant
* Realisasi: Rp 22.070.400.000
* Pagu: Rp 79.290.796.543
* Persentase: 27,75%
* Untuk 7 OPD.
5. SILPA Specific Grant
* Realisasi: Rp 12.530.196.788
* Pagu: Rp 116.535.700.912,27
* Persentase: 10,75%
* Untuk 9 OPD.
6. SILPA Otsus DTI
* Realisasi: Rp 11.155.251.579,17
* Pagu: Rp 39.096.251.579,17
* Persentase: 28,53%
* Untuk 4 OPD.
7. SILPA DBH Migas Otsus
* Realisasi: Rp 47.001.099.215
* Pagu: Rp 67.618.032.901,59
* Persentase: 69,51%
* Untuk 4 OPD.
Gubernur Elisa menegaskan bahwa peringatan HUT Otsus bukan hanya seremoni tahunan, namun menjadi momentum untuk memastikan bahwa kebijakan Otsus benar-benar menghadirkan perubahan nyata di Papua Barat Daya khususnya bagi OAP.
Mantan Bupati Asmat itu menyoroti bahwa tantangan pembangunan masih besar, mulai dari pengentasan kemiskinan, pengangguran, pemerataan infrastruktur, hingga peningkatan kualitas SDM.
“Otsus memberikan instrumen dan ruang gerak, tetapi kita lah yang menentukan berhasil tidaknya pelaksanaannya,” tegasnya.
Elisa Kambu lantas mengajak DPRP, MRP, lembaga adat, lembaga agama, organisasi perempuan dan kepemudaan, serta seluruh masyarakat untuk menjaga harmoni dan memperkuat kolaborasi.
Dia menyampaikan harapan besar agar Papua Barat Daya menjadi provinsi yang aman, damai, sejahtera, dan bermartabat.
“Mari kita wujudkan Papua Barat Daya di mana Orang Asli Papua menjadi tuan di negeri sendiri, dan seluruh masyarakat dapat hidup berdampingan dalam keberagaman,” ajaknya.
KENN
