Koreri.com, Sorong- Pemerintah Kota Sorong memastikan pembangunan Rumah Sakit Siloam akan segera dilanjutkan.
Rencana pembangunan rumah sakit bertaraf nasional yang beralamat di Jalan Pahlawan, Kota Sorong itu bakal segera dimulai kembali setelah Pemerintah setempat mendapat sertifikaf lahan secara resmi dari Kabupaten Sorong.
Wali Kota Septinus Lobat menegaskan bahwa dengan keberadaan RS Siloam ini nantinya akan sangat memberikan manfaat dalam membantu masyarakat di seluruh Provinsi Papua Barat Daya.
“Kami hari ini difasilitasi oleh Bapak Koordinator BP3OKP Provinsi Papua Barat Daya Dr. Ottow Ihalauw untuk melaksanakan rapat bersama Pemerintah Kota Sorong dan sebelumnya juga telah dilakukan rapat dengan Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya,” ungkap Wali Kota Sorong Septinus Lobat kepada awak media, Selasa (20/1/2026).
Tujuan pertemuan ini adalah untuk membangun sinergi dan kolaborasi dalam rangka mempercepat proses revitalisasi bangunan yang berada di kawasan Jalan Pahlawan, tepatnya di sebelah Masjid Raya, yang direncanakan akan direvitalisasi oleh Siloam.
Ke depan, lokasi tersebut akan disiapkan dan dikembangkan sebagai Rumah Sakit Siloam di Provinsi Papua Barat Daya. Saat ini, rumah sakit tersebut memang belum beroperasi.
“Terkait status aset, perlu kami jelaskan bahwa tanah tersebut merupakan aset Pemerintah Kota Sorong. Oleh karena itu, pemerintah akan memberikan dukungan, terutama dari sisi perizinan agar proses pembangunan dapat segera dilakukan,” tegasnya.
Untuk langkah awal, memang belum ada laporan rinci yang diterima pihaknya.
Namun yang terpenting, saat ini sertifikat aset sudah diterbitkan. Sebelumnya, proses penyerahan aset dari Pemerintah Kabupaten Sorong masih terkendala karena sertifikat belum tersedia.
“Dengan terbitnya sertifikat ini, maka menjadi dasar hukum bagi kami untuk melakukan nota kesepahaman (MoU) dengan pihak Siloam, sehingga mereka dapat segera memulai pembangunan rumah sakit,” akuinya.
Wali Kota berharap seluruh elemen masyarakat di Papua Barat Daya, bersama seluruh stakeholder dapat memberikan dukungan penuh kepada Siloam agar pembangunan rumah sakit ini dapat segera terealisasi.
“Rumah sakit ini nantinya tidak hanya melayani masyarakat Kota Sorong, tetapi juga masyarakat Papua Barat Daya secara umum,” tegasnya.
Terkait estimasi waktu pembangunan, Wali Kota mengaku jika saat ini belum dapat ditentukan karena prosesnya masih berada pada tahap awal.
“Fokus kami sekarang adalah menyelesaikan seluruh persyaratan dan perizinan yang dibutuhkan. Tanpa dukungan perizinan dari Pemerintah, tentu sulit bagi investor untuk memulai pembangunan, mengingat investasi pembangunan rumah sakit berskala besar membutuhkan biaya yang sangat besar,” tegasnya.
Oleh karena itu, lanjut Septinus, Pemkot Sorong bersama Pemprov PBD berkomitmen untuk memberikan kemudahan akses dan pendampingan perizinan kepada pihak Siloam.
“Jadi, pada prinsipnya tidak ada persoalan mendasar karena yang menjadi kebutuhan utama adalah perizinan dan saat ini semua itu sedang dan telah kami siapkan,” pungkasnya.
KENN
