Koreri.com, Sorong – Forum Dekan Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI) Tahun 2026 berlangsung selama dua hari di Hotel Vega Prime Kota Sorong, Provinsi Papua Barat Daya.
Momen yang dihadiri para dekan Fakultas Kesehatan dan dokter seluruh Indonesia ini telah menyepakati 5 rekomendasi strategis.
Rekomendasi strategis yang telah disepakati dalam forum Dekan 2026 ini disampaikan dalam konferensi pers Pengurus Pusat AIPKI, Sabtu (31/1/2026).
Ketua Umum AIPKI Prof. Dr. dr. Wisnu Barlianto, M.Si., M.Ed., Sp.A (K) dalam keterangan persnya mengatakan, beberapa rekomendasi strategis yang telah disepakati dalam forum Dekan ini untuk memperkuat dan meningkatkan mutu pendidikan kedokteran di Indonesia.
Berikut poin-poin utama rekomendasi tersebut:
1. Mendorong percepatan pembukaan Program Studi baru dokter spesialis dan subspesialis dalam rangka mendukung program asta cita Presiden Prabowo Subianto guna menjamin distribusi layanan kesehatan di Seluruh Indonesia dengan tetap menjaga mutu pendidikan.
2. AIPKI akan terlibat aktif dalam upaya pendirian program RSPPU dengan mengacu pada aturan pendirian Program studi yang telah di tetapkan oleh kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
3. Siap menjalankan program deployment PPDS Senior ke daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T), guna memenuhi kompetensi pendidikan dan memberikan pelayanan spesialis dan subspesialis.
4. Mendorong upaya implementasi dari keputusan MK nomor 111/PUU-XXII/2024 dengan tetap menjaga sustainebilitas pendidikan kedokteran.
5. Mendorong pendidikan spesialis dan subspesialis untuk mendapatkan berbagai skema pembiayaan beasiswa seperti LPDP dIl.
“Rekomendasi ini diharapkan menjadi pedoman bagi seluruh fakultas kedokteran dan pemangku kepentingan dalam pendidikan kedokteran di Indonesia untuk meningkatkan kualitas pendidikan serta layanan kesehatan,” ungkap Ketum AIPKI dalam keterang persnya.
Lebih lanjut dijelaskan Prof. Wisnu, Forum Dekan AIPKI berkomitmen untuk terus berperan aktif dalam mendukung pengembangan pendidikan kedokteran yang berorientasi pada mutu, kepentingan masyarakat, dan peningkatan layanan kesehatan di Indonesia.
“Membangun sumber daya manusia di bidang kedokteran merupakan tanggung jawab bersama, sehingga diperlukan sinergi dan kolaborasi yang erat antara fakultas kedokteran dan seluruh pemangku kepentingan,” tegasnya.
KENN
