‎Silaturahmi Ondoafi dan Kepala Suku se-Papua: Perkuat Peran Jaga Kedamaian dan Bangun SDM ‎

Silaturami Ondo Kepala Suku se Papua

Koreri.com, ‎Jayapura – Dalam upaya merajut persatuan dan menjaga Tanah Papua tetap damai, Ondoafi dan kepala suku se-Provinsi Papua menggelar silaturahmi di Jayapura, Jumat (13/2/2026).

‎‎Pertemuan bertema “Menjaga Rumah Besar Papua: Penguatan Peran Ondoafi dan Kepala Suku dalam Bingkai NKRI” ini dihadiri sekitar 60 ondoafi dan kepala suku dari seluruh Papua.

Hadir pula Wali Kota Jayapura, Kepala Badan Pertanahan Papua, MRP Papua, serta BP3OKP.

‎‎Asisten I Setda Provinsi Papua Yohanes Walilo, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ruang dialog untuk saling mendengar dan memperkuat komitmen bersama demi kemajuan Papua.

‎‎Gubernur dalam sambutannya yang di bacakan itu  menyampaikan bahwa para tokoh adat merupakan pilar utama dalam menjaga nilai-nilai adat, budaya, persatuan, dan kedamaian. Menurutnya, tanpa peran aktif tokoh masyarakat, pembangunan tidak akan berjalan optimal.

‎‎Ia mengakui Papua memiliki kekayaan sumber daya alam, budaya, dan kearifan lokal, namun masih menghadapi berbagai tantangan, seperti pendidikan, kesehatan, infrastruktur, ekonomi kerakyatan, serta stabilitas keamanan dan sosial.‎‎Untuk itu, Pemerintah menekankan pentingnya sinergi dengan seluruh elemen masyarakat, khususnya tokoh adat yang menjadi jembatan aspirasi antara pemerintah dan rakyat.

‎‎“Pembangunan harus inklusif dan berkeadilan, serta menyentuh masyarakat dari kampung, distrik, hingga kota,” tegasnya.

‎‎Gubernur juga mengajak semua pihak mengedepankan dialog, musyawarah, dan pendekatan kultural dalam menyelesaikan persoalan. Nilai kebersamaan, gotong royong, dan saling menghormati yang menjadi ciri budaya Papua harus terus dijaga.

‎‎Pemerintah Provinsi Papua, lanjutnya, terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) orang asli Papua melalui program pendidikan, pelatihan, pemberdayaan ekonomi berbasis masyarakat adat, serta penguatan peran perempuan dan generasi muda.

‎‎“Kita ingin anak-anak Papua menjadi tuan di negeri sendiri, mampu bersaing dan berkontribusi bagi pembangunan daerah maupun nasional,” ujarnya.

‎‎Terkait pelaksanaan Otonomi Khusus, Pemerintah berkomitmen mengelola dana dan program secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran. Pengawasan serta masukan dari tokoh adat dinilai penting agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

‎‎Di akhir sambutannya, Gubernur mengajak seluruh pihak menjaga keamanan dan ketertiban.

‎‎“Keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi tanggung jawab kita bersama. Dengan situasi yang aman dan damai, pembangunan dapat berjalan optimal,” katanya.

‎‎Pertemuan ini diharapkan menjadi awal komunikasi yang lebih intens dan berkelanjutan antara Pemerintah dan tokoh adat, demi membangun kepercayaan dan kemajuan Papua ke depan.

‎SAV

Exit mobile version