Fokus  

992 Personel Gabungan Diterjunkan Amankan Mudik-Idulfitri di Kota Ambon

992 Personel Gab Amankan Kota Ambon

Koreri.com, Ambon – Sebanyak 992 personel gabungan dari TNI, Polri dan berbagai instansi terkait akan diterjunkan dalam Operasi Ketupat Salawaku 2026 guna mengamankan arus mudik, arus balik, hingga pelaksanaan malam takbiran.

Dengan demikian, pengamanan perayaan Hari Raya Idulfitri di wilayah Kota Ambon dan Pulau-pulau Lease dipastikan berlangsung maksimal.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena dalam kegiatan rapat koordinasi pengamanan yang menekankan pentingnya sinergitas antara Polri, TNI, dan seluruh pemangku kepentingan demi menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat selama perayaan Idul Fitri, Kamis (12/3/2026).

Dalam keterangannya disebutkan, pengamanan yang dilakukan merupakan bentuk kerja bersama seluruh pihak agar masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan aman dan lancar.

“Pertama kita harus bersyukur karena hari ini kita melihat bagaimana Polri membangun sinergitas dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk TNI dan seluruh instansi terkait. Semua mengambil bagian dalam upaya mengamankan perayaan Hari Raya Idul Fitri, baik arus mudik maupun arus balik,” ungkapnya.

Wali Kota katakan, berdasarkan penjelasan Kapolresta Pulau Ambon dan Pp Lease, total 992 personel akan dilibatkan dalam berbagai rangkaian pengamanan.

Rinciannya, 305 personel untuk Operasi Ketupat, 268 personel untuk pengamanan Salat Idul Fitri, serta 419 personel untuk pengamanan malam takbiran.

Selain itu, aparat juga menyiapkan sejumlah pos pengamanan dan pelayanan yang tersebar di beberapa titik strategis.

Tercatat terdapat 19 Pos Pengamanan (Pos Pam), 2 Pos Pelayanan, serta 2 Pos Terpadu. Pos-pos pelayanan ditempatkan di Lateri dan Passo, sementara pos terpadu berada di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon dan Bandara Pattimura.

Seluruh pos tersebut diisi oleh personel gabungan TNI, Polri, dan instansi terkait yang bekerja sama memastikan keamanan dan kelancaran aktivitas masyarakat selama periode Lebaran.

Sementara itu, untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas pada malam takbiran, Polresta Ambon telah menyiapkan rekayasa lalu lintas berupa 11 titik pengalihan arus yang akan dijaga oleh personel gabungan. Selain pengalihan arus, aparat juga menyiapkan 21 titik pengamanan jalur serta 4 titik pengamanan di daerah rawan, yakni Batu Merah, Galala, kawasan JMP, dan Poka.

Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi kemacetan akibat meningkatnya aktivitas masyarakat, terutama kegiatan takbir keliling yang biasanya terpusat menuju kawasan pusat Kota Ambon.

Menurutnya, kondisi tersebut bukan semata-mata karena wilayah rawan konflik, tetapi lebih kepada potensi kemacetan akibat arus kendaraan yang terpusat menuju pusat kota.

Takbir keliling biasanya datang dari berbagai wilayah menuju pusat kota, seperti melewati JMP dan jalur dari kawasan Passo. Karena itu, seperti tahun-tahun sebelumnya, akan dilakukan penyekatan di beberapa ruas jalan untuk mengurangi kemacetan dan mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Dengan pengamanan terpadu ini, diharapkan perayaan Idul Fitri di Kota Ambon dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar, serta masyarakat dapat menjalankan ibadah dan tradisi Lebaran dengan nyaman,” pungkasnya.

JFL

Exit mobile version