Dua Sektor Ini Jadi Komitmen Pemprov PBD Lahirkan Generasi Emas

Wagub PBD Hari HAN 2026
Upacara peringatan Hari Anak Nasional yang berlangsung di lapangan apel kantor Pemerintah Provinsi PBD, Kota Sorong, Senin (27/7/2026) / Foto : KENN

Koreri.com, Sorong – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat Daya (PBD) menegaskan komitmennya dalam upaya mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045.

Dua sektor krusial ini pun menjadi upaya mendukung komitmen tersebut baik dalam perlindungan anak sekaligus menjamin akses pendidikan melalui program pendidikan gratis.

Hal itu sesuai implementasi dari arahan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI yang mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama memastikan anak-anak tumbuh dalam lingkungan yang aman dan terlindungi.

Pemerintah menilai perlindungan anak bukan hanya menjadi tanggung jawab negara, tetapi juga seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, hingga keluarga sebagai lingkungan terdekat anak.

“Peran keluarga sangat penting dalam memberikan jaminan keselamatan, perlindungan, serta membentuk masa depan anak-anak,” demikian disampaikan Wakil Gubernur Ahmad Nausrau saat memimpin upacara peringatan Hari Anak Nasional yang berlangsung di lapangan apel kantor Pemerintah Provinsi PBD, Senin (27/7/2026).

Upaya tersebut diwujudkan melalui pendidikan yang benar, pengawasan yang optimal, serta memastikan anak-anak terbebas dari kekerasan dan intimidasi, baik secara fisik, mental, maupun psikologis. Dengan lingkungan yang aman, anak-anak diharapkan dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.

Pose bersama / Foto : KENN

Dalam sektor pendidikan, lanjut Wagub, Pemprov PBD berperan sebagai pendamping dan fasilitator, mengingat kewenangan pengelolaan pendidikan dasar hingga menengah berada di pemerintah kabupaten dan kota.

Meski demikian, ia memastikan bahwa peringatan HAN tidak hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.

Sebagai langkah konkret, Pemprov PBD mencanangkan program pendidikan gratis guna menjamin setiap anak mendapatkan akses pendidikan yang layak.

Program ini juga mendorong keluarga untuk aktif mengawal pendidikan anak demi masa depan yang lebih baik.

Untuk mendukung implementasinya, tambah Wagub, Pemprov PBD memberikan bantuan hibah kepada Pemerintah kabupaten dan kota.

Bantuan ini ditujukan agar anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap dapat bersekolah tanpa terkendala biaya.

Dengan sinergi antara pemerintah, keluarga, dan masyarakat, diharapkan seluruh anak di Papua Barat Daya memperoleh perlindungan menyeluruh serta kesempatan yang sama dalam pendidikan, sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.

KENN

Exit mobile version