Koreri.com, Timika – Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Mimika resmi menetapkan 92 titik pelaksanaan Salat Idulfitri 1447 H/2026 M yang tersebar di seluruh wilayah itu.
Pusat pelaksanaan akan dipusatkan di Pelataran Gedung Eme Neme Yauware.
Ketua PHBI Mimika, Joko Prianto, mengatakan penetapan tersebut telah tertuang dalam Surat Keputusan Nomor 001/PHBI-MMK/III/2026 yang mengatur lokasi, imam, dan khatib di masing-masing titik pelaksanaan.
“Ada total 92 titik pelaksanaan salat Idulfitri. Empat di antaranya berada di lapangan terbuka, satu di sekolah, dan 87 lainnya di masjid-masjid yang tersebar di Kabupaten Mimika,” rincinya.
Empat lokasi utama di lapangan terbuka meliputi halaman Eme Neme Yauware sebagai pusat kegiatan, Lapangan Pasar Sentral, Lapangan Kodim, dan Lapangan Tembagapura. Selain itu, satu titik juga disiapkan di Sekolah Muhammadiyah untuk menampung jamaah.
PHBI Mimika juga telah berkoordinasi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dewan Masjid Indonesia (DMI), organisasi masyarakat Islam, Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), serta para mubalig se-Timika. Mayoritas imam dan khatib berasal dari Mimika, dengan sebagian didatangkan dari luar daerah.
Selain itu, pelaksanaan takbir keliling masih menunggu hasil sidang isbat dari Kementerian Agama Republik Indonesia yang akan menentukan jatuhnya 1 Syawal.
Joko menjelaskan, jika 1 Syawal ditetapkan pada Jumat, 20 Maret 2026, maka takbir keliling akan dilaksanakan pada Kamis malam mulai pukul 21.30 WIT. Namun, jika Idul Fitri jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026, maka takbir keliling akan digelar pada Jumat malam mulai pukul 20.30 WIT dan berakhir di Eme Neme Yauware.
Menariknya, pawai takbir keliling tersebut tidak hanya diikuti umat Islam, tetapi juga melibatkan lintas agama, organisasi masyarakat, paguyuban, lembaga, serta organisasi kepemudaan dan perempuan di Mimika.
PHBI Mimika mengimbau masyarakat untuk menjaga ketertiban dan keamanan selama pelaksanaan rangkaian Idulfitri.
“Momentum Idulfitri ini mari kita jadikan sebagai ajang mempererat persaudaraan, menjaga kedamaian, serta merawat harmoni dalam keberagaman di Mimika,” tutup Joko
TIM
