Bakar Batu di Kwamki Narama Berujung 2 Kubu Bentrok, Ini Penjelasan Kapolsek

2 Kelompok di Kwamki Narama Saling Serang
Situasi di Kwamki Narama, Timika terpantau mulai kondusif pasca bentrok dua kubu usai tradisi bakar batu / Foto : Anti

Koreri.com Timika – Aksi saling serang dua kelompok masyarakat di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Papua Tengah kembali pecah, Sabtu (11/4/2026) sore.

Bentrok tersebut terjadi seusai dilakukan tradisi bakar batu yang seharusnya menjadi momen kebersamaan dua kelompok yang selama ini terlibat pertikaian.

Insiden dipicu kesalahpahaman saat prosesi adat berlangsung, hingga berujung aksi saling serang menggunakan panah.

Kapolsek Kwamki Narama, Ipda Adnan, menjelaskan bahwa kegiatan bakar batu telah direncanakan sejak beberapa hari sebelumnya dan berlangsung aman sejak pagi hari.

Acara dimulai sekitar pukul 09.00 WIT dan berjalan lancar hingga selesai makan bersama sekitar pukul 15.30 WIT.

Namun situasi berubah saat memasuki tradisi “buang suara” yang dilakukan usai makan.

Salah satu kelompok diketahui bergerak menuju wilayah kubu lain, yang kemudian dianggap sebagai bentuk provokasi.

“Setelah makan, ada tradisi buang suara. Dari situ salah satu kelompok bergerak ke arah atas, ke kubu lawan. Mungkin dianggap sebagai provokasi, sehingga pihak atas merespons dan terjadilah saling serang,” ungkap Ipda Adnan.

Bentrokan berlangsung sekitar 30 menit, di mana kedua kelompok saling melepaskan panah. Sejumlah warga dilaporkan mengalami luka-luka akibat insiden tersebut, namun tidak ada korban jiwa.

Menurut keterangan kepolisian, kelompok yang lebih dulu bergerak berasal dari wilayah bawah, tepatnya sekitar kios panjang. Awalnya, kegiatan tersebut merupakan ajang kumpul keluarga sekaligus membahas rencana kepulangan anggota keluarga dari Tembagapura dan Puncak.

“Awalnya hanya kumpul keluarga, tapi situasi berkembang saat tradisi itu direspons berbeda oleh kelompok lain,” tambahnya.

Pasca kejadian, aparat dari Polres Mimika bersama personel Brimob Batalion B langsung disiagakan di lokasi untuk mengantisipasi konflik susulan. Aparat juga berkoordinasi dengan kepala distrik dan tokoh masyarakat guna meredam ketegangan.

Hingga saat ini, situasi di Kwamki Narama berangsur kondusif, meski aparat keamanan masih berjaga untuk memastikan tidak terjadi bentrokan lanjutan.

JUL

Exit mobile version