Koreri.com, Timika – Lukas Christian Sohilait kembali terpilih sebagai Ketua Umum Ikatan Keluarga Maluku (Ikemal) di Tanah Papua periode 2026 – 2031 dalam Musyawarah Pusat (Muspus) ke-IV yang digelar di Hotel Grand Tembaga, Timika, Jumat (17/4/2026).
Dalam pemilihan tersebut, Sohilait meraih 19 suara sah, unggul jauh dari pesaingnya Rory Huwae yang memperoleh 1 suara, dari total 20 pemilih yang memiliki hak suara.
Kemenangan ini menandai kepercayaan kuat warga Maluku di Tanah Papua terhadap kepemimpinan Sohilait untuk melanjutkan konsolidasi organisasi kemasyarakatan yang berperan strategis dalam kehidupan sosial masyarakat.
Dalam sambutannya, Sohilait menegaskan peran krusial Ikemal Tanah Papua.
Ikemal, tegas dia, bukanlah organisasi yang berorientasi pada keuntungan, melainkan organisasi sosial yang bertujuan memperkuat solidaritas dan kepedulian antaranggota.
“Organisasi ini tidak mencari profit, tetapi hadir sebagai wadah sosial. Karena itu, kita dituntut bekerja lebih keras untuk memastikan setiap kebutuhan dan harapan anggota dapat terakomodasi,” tegas Sohilait.
Ia juga menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi organisasi, mulai dari rendahnya keterlibatan anggota hingga persoalan pendataan warga yang belum terintegrasi dengan baik.
Kondisi tersebut, menurutnya, kerap membuat respons organisasi terhadap persoalan sosial menjadi terlambat.
Selain itu, perbedaan latar belakang budaya di Tanah Papua juga menjadi tantangan tersendiri dalam membangun solidaritas yang kuat.
Untuk itu, ke depan Ikemal akan mengedepankan pendekatan yang lebih dekat dengan masyarakat serta memperkuat peran cabang di daerah.
Sohilait menegaskan visinya untuk menjadikan Ikemal sebagai organisasi yang tangguh dan mampu berperan aktif dalam membantu anggota serta berkontribusi bagi masyarakat luas, termasuk menjalin sinergi dengan Pemerintah daerah.
Ia juga mengajak seluruh warga Maluku di Tanah Papua untuk memberikan kontribusi nyata di daerah tempat tinggal masing-masing, sekaligus tetap menghormati dan menghargai masyarakat asli Papua.
“Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Kita harus menghormati masyarakat asli Papua yang telah memberikan ruang hidup bagi kita,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati Mimika Johannes Rettob dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten I Bidang Pemerintahan, Ananias Faot, menyampaikan bahwa keberadaan Ikemal memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas sosial di daerah.
Pemerintah Kabupaten Mimika memandang Ikemal sebagai representasi masyarakat Maluku yang mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat persatuan, menjaga kerukunan antarumat beragama, serta menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Keberadaan Ikemal sangat penting dalam menjaga harmoni sosial di Kabupaten Mimika yang memiliki tingkat keberagaman tinggi dan potensi konflik yang juga cukup besar,” ujarnya.
Pemerintah berharap Ikemal terus menjaga solidaritas internal organisasi serta meningkatkan peran aktif dalam mendukung pembangunan daerah yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan.
Musyawarah Pusat ke-IV Ikemal ini juga menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus penguatan komitmen bersama untuk menjalankan setiap keputusan secara konsisten, berintegritas, dan bertanggung jawab demi kemajuan masyarakat Maluku di Tanah Papua serta kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
EHO
