PWKI Maluku Dorong Perempuan Jadi Garda Terdepan Bangun Pola Hidup Sehat

PWKI Maluku HUT ke 80 Tahun

Koreri.com, Ambon – Persatuan Wanita Kristen Indonesia (PWKI) menggelar peringatan Hari jadinya yang ke 80 tahun.

Momen peringatan itu kemudian dimaknai secara substantif oleh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PWKI Maluku melalui penyelenggaraan sosialisasi Tuberkulosis (TBC) dan HIV/AIDS di Hotel Manise Ambon, Selasa (5/5/2026).

Kegiatan yang melibatkan berbagai organisasi perempuan lintas denominasi gereja dan unsur masyarakat ini secara resmi dibuka oleh Penasehat DPD PWKI Maluku, Lisa Wattimena.

Dalam sambutannya, Lisa menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi agenda seremonial, melainkan bagian dari upaya strategis organisasi dalam memperkuat peran perempuan di bidang kesehatan masyarakat.

“Kegiatan sosialisasi HIV/AIDS dan TBC ini merupakan langkah nyata PWKI untuk menghadirkan pelayanan yang berdampak bagi gereja, masyarakat, bangsa, dan negara,” ujar Lisa.

Menurutnya, PWKI sebagai organisasi perempuan Kristen memiliki posisi penting dalam mendorong perubahan sosial, terutama dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat dan pencegahan penyakit menular.

Ia menambahkan, selama delapan dekade kiprahnya, PWKI terus bertransformasi menjadi organisasi yang tidak hanya berorientasi pada pelayanan internal, tetapi juga berperan sebagai mitra strategis pemerintah dalam pembangunan nasional.

“PWKI hadir dengan landasan nilai-nilai Kristiani dan semangat kebangsaan. Karena itu, kami mengajak seluruh perempuan, khususnya di Maluku, untuk terus menghadirkan kegiatan yang berdampak nyata bagi masyarakat,” katanya.

Lisa menyoroti peran perempuan sebagai aktor kunci dalam keluarga, terutama dalam aspek kesehatan. Ia menyebut perempuan sebagai “manajer kesehatan pertama” dalam rumah tangga.

“Ketika perempuan sehat, maka keluarga akan kuat. Dari keluarga yang kuat, lahir masyarakat yang tangguh,” ujarnya.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa kontribusi perempuan tidak berhenti pada ranah domestik semata.

“Perempuan juga harus hadir sebagai agen perubahan di tengah masyarakat, membawa dampak positif, serta menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan sosial, termasuk penanganan HIV/AIDS dan TBC,” ucapnya.

Kegiatan sosialisasi ini, lanjut Lisa, merupakan bentuk konkret kepedulian PWKI dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat, sekaligus mendorong perubahan perilaku menuju hidup sehat.

Ia berharap, melalui kegiatan tersebut, kesadaran masyarakat semakin meningkat dan perempuan dapat mengambil peran aktif dalam upaya pencegahan penyebaran penyakit menular.

Selain itu, penguatan kolaborasi antara organisasi perempuan, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya dinilai menjadi kunci dalam memperluas dampak program kesehatan di daerah.

“Sinergi ini penting agar upaya pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih efektif dan berkeljutan,” katanya.

Diakhir pernyataannya, Lisa menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi. Semoga kolaborasi ini terus terjalin demi kesejahteraan masyarakat,” tutupnya.

JFL

Exit mobile version