Tangguh UCC: Jacket Ubadari Rampung dan Siap Diberangkatkan ke Papua Barat

Siaran Pers Jacket UBA rampung dan siap diberangkatkan 1
Kiri ke kanan: Pierangelo Abela (President Director Saipem Indonesia), Undani (Kantor Wilayah Khusus Bea Cukai Papua), Surya Widyantoro (Deputi Eksploitasi SKK Migas), Kathy Wu (bp Regional President Asia Pacific), Iskandarsyah (Bupati Karimun), dan Alastair Anderson (bp VP Projects Asia Pacific) / Foto : Ist

Koreri.com, Karimun – bp dan para kontraktornya mencatat pencapaian penting dalam proyek Tangguh Ubadari, CCUS, Compression (UCC) dengan siap diberangkatkannya jacket pertama Tangguh UCC untuk dipasang di Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua Barat.

Jacket tersebut yang pertama dari empat konstruksi lepas pantai telah dimuat dengan aman ke atas tongkang pengangkut di Saipem Karimun Yard, Indonesia, dan siap menempuh perjalanan sekitar 5.800 kilometer menuju Kabupaten Fakfak, Papua Barat.

Pencapaian penting ini menegaskan komitmen yang kuat terhadap keselamatan, kualitas, dan kapabilitas nasional; semuanya untuk mendukung Indonesia dalam mencapai ketahanan energi.

“Jacket ini dibuat di Indonesia, oleh orang Indonesia, untuk Indonesia. Hal ini menegaskan komitmen kuat bp terhadap ketahanan energi nasional, pembangunan kapabilitas, serta membuka peluang bagi rantai pasok Indonesia, dalam perjalanan operasi kami selama 60 tahun di negara ini,” kata Kathy Wu, bp regional President Asia Pacific.

Fabrikasi dilakukan di Karimun Yard, yang selama beberapa dekade telah memproduksi seluruh instalasi lepas pantai Tangguh LNG, serta sejumlah proyek bp lainnya di berbagai negara.

“Kami ingin berterima kasih kepada Pemerintah Indonesia, termasuk Kementerian ESDM dan SKK Migas, atas dukungan yang senantiasa diberikan. Sebagai mitra strategis energi Indonesia selama 60 tahun, kami percaya kemitraan ini dapat terus berlanjut untuk membantu Indonesia mencapai ketahanan energi,” tambah Kathy.

Tangguh UCC memiliki komitmen TKDN sebesar 45%. Dalam lingkup pekerjaan lepas pantai, peralatan utama seperti jacket dan topside Ubadari difabrikasi di yard kontraktor di Karimun.

Seluruh pipa untuk lingkup pekerjaan lepas pantai dilapisi di Jawa Timur, Indonesia.

Untuk lingkup pekerjaan darat, sejumlah modul sedang dibangun di Bintan dan Batam oleh fabrikator modul Indonesia.

Selain itu, berbagai komponen seperti instrumen, peralatan listrik, perpipaan, dan mesin dipasok oleh produsen Indonesia.

Giat ini merupakan bentuk apresiasi atas dedikasi tenaga kerja bp dan kontraktor, para mitra, serta pemangku kepentingan yang terlibat dalam pencapaian penting ini, sekaligus menandai langkah penting menuju penyelesaian instalasi lepas pantai.

Proyek Tangguh UCC terdiri dari pengembangan lapangan gas Ubadari, peningkatan perolehan gas melalui carbon capture, utilisation and storage (CCUS), serta kompresi darat.

Proyek Tangguh UCC mencakup platform lepas pantai, fasilitas CCUS, dan fasilitas kompresi di darat, serta menjadi bagian dari pengembangan infrastruktur Tangguh LNG yang sudah ada di Papua Barat, Indonesia.

Tangguh UCC merupakan proyek CCUS skala besar pertama yang dikembangkan di Indonesia.

Pada fase awal, proyek ini berpotensi menyimpan sekitar 15 juta ton CO₂ dari emisi Tangguh, sekaligus menghasilkan sekitar 3 triliun kaki kubik sumber daya gas tambahan untuk mendukung kebutuhan energi jangka panjang Indonesia dan Asia.

RLS

Exit mobile version