IKALJATIM Desak Presiden Tetapkan Status Darurat Kekurangan Guru di Tanah Papua

IMG 20260802 WA00462
Sekjen IKALJATIM se-Tanah Papua, Amin Ngabalin, S.Pi / Foto : Ist

Koreri.com, Manokwari – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Ikatan Alumni Jawa Timur (IKALJATIM) di Tanah Papua, Amin Ngabalin, S.Pi mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk segera menetapkan krisis kekurangan guru di Tanah Papua sebagai kondisi darurat pendidikan nasional yang membutuhkan langkah-langkah luar biasa.

Amin menegaskan, hingga kini ribuan anak di Tanah Papua masih menghadapi keterbatasan akses pendidikan akibat minimnya tenaga pendidik.

Kondisi tersebut terjadi di berbagai wilayah, mulai dari pedalaman, pesisir hingga daerah kepulauan, di mana banyak sekolah tidak memiliki jumlah guru yang memadai.

“Kami mendesak Presiden untuk menekan tombol alarm darurat pendidikan di Tanah Papua. Jangan biarkan satu hari pun anak-anak Papua kehilangan hak belajar hanya karena negara belum mampu menghadirkan guru di sekolah mereka,” tegas Ngabalin kepada wartawan di Manokwari, Minggu (2/8/2026)

Ketua Fraksi Golkar DPR Provinsi Papua Barat ini menjelaskan, pembangunan infrastruktur pendidikan tidak boleh berhenti pada pembangunan fisik semata. Keberadaan gedung sekolah harus diiringi dengan kebijakan konkret yang menjamin ketersediaan tenaga pengajar.

“Sekolah tanpa guru hanya akan menjadi bangunan kosong yang tidak mampu mencerdaskan kehidupan bangsa,” tegasnya.

IKALJATIM pun mendorong Pemerintah pusat segera mengambil langkah strategis dan terukur.

Sejumlah solusi yang diusulkan antara lain percepatan rekrutmen guru, penempatan khusus untuk wilayah terpencil, pemberian insentif yang kompetitif, penyediaan rumah dinas bagi guru, hingga program beasiswa ikatan dinas bagi putra-putri asli Papua agar kembali mengabdi di daerahnya.

Persoalan kekurangan guru tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena berdampak langsung pada masa depan generasi Papua.

“Masa depan Papua tidak boleh dikorbankan oleh lambatnya kebijakan. Investasi terbesar negara bukan hanya membangun gedung sekolah, tetapi memastikan setiap ruang kelas memiliki guru yang mengajar. Itulah fondasi menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.

KENN

Exit mobile version