2.570 Liter Eco Enzyme Warnai Penyambutan Waisak 2026 M di Ambon

Walkot BW sambut Waisak 2570 BE

Koreri.com, Ambon – Semangat menjaga lingkungan hidup menjadi bagian penting dalam rangkaian penyambutan Hari Raya Waisak 2570 BE/2026 M di Kota Ambon, Maluku.

Total sebanyak 2.570 liter cairan Eco Enzyme dituangkan di kawasan Cek Dam Ahuru, Desa Batu Merah, Minggu (10/5/2026), sebagai simbol kepedulian terhadap kelestarian alam.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku Yamin bersama Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena.

Aksi ekologis ini turut melibatkan jajaran pejabat eselon III Kanwil Kemenag Maluku, Komunitas Eco Enzyme Nusantara Provinsi Maluku, serta mendapat dukungan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan Kota Ambon.

Program tersebut merupakan bagian dari Vesakha Sananda yang diinisiasi Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama RI. Gerakan ini mengusung pendekatan spiritual yang dipadukan dengan aksi nyata pelestarian lingkungan.

Dalam suasana penuh kebersamaan, peserta kegiatan menuangkan cairan Eco Enzyme ke aliran air di kawasan bendungan sebagai bentuk kampanye menjaga ekosistem dan kualitas lingkungan.

Wali Kota Bodewin Wattimena, menyampaikan bahwa kepedulian terhadap lingkungan harus menjadi gerakan bersama lintas komunitas dan lintas agama.

“Momentum Waisak tidak hanya dimaknai sebagai perayaan spiritual, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya menjaga keseimbangan alam dan lingkungan hidup,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Maluku, Yamin, menilai kegiatan tersebut menjadi contoh kolaborasi positif antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat dalam membangun kesadaran ekologis.

Menurutnya, gerakan Eco Enzyme tidak sekadar seremoni, tetapi juga bagian dari edukasi publik mengenai pentingnya pengelolaan limbah organik dan pelestarian sumber daya alam.

Kegiatan ini mendapat perhatian masyarakat sekitar yang ikut menyaksikan prosesi penuangan Eco Enzyme di kawasan Cek Dam Ahuru.

Selain sebagai simbol cinta lingkungan, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari kampanye membangun gaya hidup ramah lingkungan di Maluku.

JFL

Exit mobile version