Koreri.com, Sorong – Tidak hanya fokus pada aspek demokrasi, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat Daya (PBD) melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menggagas program pembinaan generasi muda orang asli Papua (OAP), khususnya bagi anak-anak putus sekolah dan kelompok rentan di Kota Sorong.
Program ini bertujuan membentuk karakter, memperkuat wawasan kebangsaan dan nilai keagamaan, serta memberikan pelatihan vokasi sesuai minat peserta.
“Anak-anak ini perlu kita selamatkan dan dibina. Mereka akan mengikuti program pembinaan selama dua minggu hingga satu bulan, termasuk pembentukan karakter yang melibatkan unsur TNI atau Polri, serta pelatihan keterampilan melalui balai latihan kerja,” ungkapnya Plt Kepala Badan Kesbangpol PBD Drs. George Japsenang,M.Si kepada wartawan di Kota Sorong, Selasa (12/5/2026).
Disebutkan Kaban Kesbangpol, setelah menyelesaikan program ini selama 2 pekan hingga 1 bulan, peserta akan mendapatkan sertifikat sebagai bekal untuk meningkatkan kemampuan dan peluang kerja.
Program tersebut direncanakan mulai dilaksanakan pada tahun 2027 dan saat ini masih dalam tahap persiapan serta komunikasi dengan berbagai pihak.
Kaban Kesbangpol menegaskan bahwa keterlibatan aparat dalam program ini semata-mata untuk pembinaan karakter dan penanaman nilai disiplin, bukan dalam konteks militerisasi.
“Harapannya, program ini dapat menjadi model pembinaan generasi muda yang efektif dan berdampak luas bagi masyarakat,” pungkasnya.
KENN
