Koreri.com, Sorong – Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) mulai melaksanakan seleksi calon personil pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka).
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Papua Barat Daya Drs. George Japsenang,M.Si mengatakan, pihaknya telah menyurati pemerintah Kabupaten/ Kota untuk menyampaikan hasil seleksi calon paskibra.
“Kabupaten/ kota telah siap mengirimkan perwakilan paskibraka menggunakan aplikasi,” kata George Japsenang kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (13/5/2026).
Siswa/ siswa perwakilan Kabupaten/ kota yang akan mengikuti seleksi tingkat provinsi akan ditampung di Balai Latihan Kerja (BLK) Sorong.
Tim seleksi paskibraka tingkat Provinsi Papua Barat Daya melibatkan Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Balai Latihan Kerja, Unimuda dan pelatihnya dari Satbrimob Polda PBD.
George memastikan proses seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tahun ini berjalan secara ketat, transparan, dan berjenjang, guna melahirkan generasi muda terbaik yang siap mengemban tugas kenegaraan.
Sebanyak perwakilan putra-putri terbaik dari kabupaten/kota ambil bagian dalam seleksi tingkat provinsi. Masing-masing daerah mengirimkan empat pasang peserta, sehingga total yang mengikuti seleksi mencapai delapan pasang atau 16 orang.
Dari jumlah tersebut akan disaring menjadi tiga pasang terbaik untuk mengikuti seleksi tingkat pusat yang dijadwalkan berlangsung pada bulan Juni mendatang.
“Dari hasil seleksi provinsi, kita kirim tiga pasang ke pusat. Nantinya di tingkat nasional akan dipilih satu pasang terbaik, terdiri dari satu putra dan satu putri,” jelasnya.
Kaban Kesbangpol menambahkan, dua pasang lainnya yang tidak terpilih di tingkat pusat tetap akan mengemban peran penting sebagai Paskibraka tingkat provinsi. Sementara itu, satu pasang yang tidak lolos di tingkat provinsi akan dikembalikan ke daerah asal untuk bertugas di tingkat kabupaten/kota.
Dengan skema tersebut, total anggota Paskibraka tingkat provinsi yang akan bertugas pada upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus berjumlah 34 orang.
“Dari total awal peserta, sebagian akan mewakili ke pusat dan sebagian kembali ke daerah. Sisanya kita tetapkan sebagai Paskibraka provinsi yang akan menjalankan tugas pengibaran bendera,” jelasnya.
Adapun tahapan seleksi tingkat provinsi dijadwalkan berlangsung pada 18 hingga 23, dimulai dari verifikasi administrasi atau pemberkasan ulang. Selanjutnya peserta akan mengikuti pemeriksaan kesehatan, tes Peraturan Baris-Berbaris (PBB), serta seleksi kepribadian.
Pada tahap kepribadian, peserta akan menjalani wawancara, penelusuran rekam jejak, hingga tes psikologi untuk memastikan integritas, mental, dan karakter calon Paskibraka.
Tahap akhir seleksi adalah penentuan akhir (pantohir), yakni rapat penentuan yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari Sekretaris Daerah sebagai ketua, Kepala Kesbangpol sebagai koordinator, hingga perwakilan dari pusat seperti Duta Pancasila Purna Paskibraka Indonesia, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), tim kesehatan, serta tim penguji PBB dan Samapta.
Melalui proses ini, pemerintah berharap dapat melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara fisik, tetapi juga memiliki karakter kuat, disiplin tinggi, serta jiwa nasionalisme yang kokoh.
“Paskibraka bukan sekadar pengibar bendera, tetapi simbol semangat, kedisiplinan, dan cinta tanah air generasi muda Indonesia,” tegasnya.
KENN
