Pemuda Katolik Mimika Desak Polisi Tindak Tegas Perusak Pagar Lahan Keuskupan Timika

Noris Letsoin Ketua Pemuda Katolik Komcab Mimika
Ketua Pemuda Katolik Komcab Mimika Noris Letsoin / Foto : Ist

Koreri.com, Timika – Aksi perusakan pagar lahan Keuskupan Timika, Jumat (22/5/2026) yang dilakukan oleh sejumlah orang kini menuai sorotan tajam.

Salah satunya datang dari Komisariat Cabang (Komcab) Pemuda Katolik Kabupaten Mimika yang mengecam keras tindakan pengrusakan pagar lahan milik Keuskupan Timika yang menjadi lokasi pembangunan gereja baru.

Aksi penyerobotan dan pengrusakan yang dilakukan oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab ini dinilai sebagai ancaman serius terhadap keamanan dan toleransi umat beragama di Mimika.

Ketua Pemuda Katolik Komcab Mimika Noris Letsoin, meminta jajaran kepolisian mulai dari Kapolres Mimika hingga Kapolda Papua Tengah untuk segera mengambil langkah hukum yang responsif, tegas, dan transparan.

Mereka juga mengutuk keras aksi pengrusakan fasilitas pagar di lahan sah milik Keuskupan Timika.

“Maka kami minta Kapolres Mimika dan Kapolda Papua Tengah segera merespons cepat kasus ini guna menangkap aktor intelektual di balik penyerobotan lahan,” desaknya.

Kondisi pagar lahan Keuskupan Timika pasca aksi perusakan, Kamis (22/5/2026) / Foto : Ist

Letsoin juga mengingatkan bahwa pembiaran kasus ini bisa menjadi preseden buruk yang memicu konflik horizontal di tengah masyarakat.

Ia mengaku bersyukur karena pihak Keuskupan dan umat Katolik merespons dengan kepala dingin sehingga benturan fisik dapat dihindari.

“Kami sangat menyayangkan insiden ini bisa terjadi pada institusi gereja dan keuskupan. Untung saja penyerobotan ini terjadi pada lahan milik Keuskupan yang mengedepankan jalur damai dan hukum. Mari kita bayangkan jika tindakan semena-mena ini dilakukan terhadap lahan milik masyarakat adat atau personal, pasti sudah memicu konflik horizontal yang besar di Mimika,” bebernya.

Oleh karena itu, Letsoin mendesak Kapolres Mimika dan Kapolda Papua Tengah untuk melihat ini sebagai alarm keras dan segera bertindak lebih responsif sebelum situasi menjadi tidak terkendali.

“Pemuda Katolik Mimika menegaskan akan terus mengawal kasus ini bersama pihak Keuskupan Timika hingga hak-hak atas tanah pembangunan rumah ibadah tersebut dikembalikan sepenuhnya dan para pelaku menerima sanksi hukum yang berlaku,” pungkasnya.

TIM

Exit mobile version