PLN : Konsumsi Listrik di Tanah Papua Tumbuh Positif, Naik 5,06 Persen

PLN Konsumsi Listrik di Tanah Papua Tumbuh Positif
Ilustrasi petugas PLN saat melakukan penyambungan listrik baru. Saat ini jumlah pelanggan PLN di Tanah Papua mencapai 857.998 pelanggan yang mengalami pertumbuhan positif sebanyak 5,32% dibandingkan tahun sebelumnya pada periode yang sama / Foto : Humas PLN

Koreri.com, Jayapura – Aktivitas perekonomian di berbagai sektor Tanah Papua menunjukkan tren pertumbuhan yang semakin produktif.

Hal ini dibuktikan dengan naiknya konsumsi tenaga listrik hingga 5,06 persen pada Mei 2026 menjadi 977,35 gigawatt-hour (GWh), dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 930,32 GWh.

Menyumbang 59 persen dari total penjualan, sektor rumah tangga menjadi penyerap energi listrik terbesar dibandingkan sektor pelanggan lainnya.

Hingga Mei 2026, total daya yang dikonsumsi oleh kelompok pelanggan ini tercatat mencapai 576.728.763 kWh.

General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat, Roberth Rumasaur, menjelaskan bahwa tren positif penggunaan listrik di berbagai sektor menjadi indikator nyata bergeraknya roda perekonomian di Tanah Papua.

Sepanjang tahun ini, lonjakan pemakaian paling signifikan tercatat pada sektor sosial yang naik hingga 13,22 persen dengan total serapan energi menembus 68.006.422 kWh.

“Jika tahun 2025 pertumbuhan sektor industri sempat melesat tajam hingga 29,44 persen, laju penggunaannya pada tahun ini terpantau berjalan lebih stabil pada angka 9,77 persen. Meski tidak setinggi tahun sebelumnya, capaian ini tetap menjadi tren yang sangat positif karena total serapan energi dari para pelaku industri terus meningkat hingga menembus 15,2 GWh,” ujar Roberth.

Masyarakat di Kota Jayapura sedang menggunakan kompor induksi saat memasak di rumah. Pelanggan rumah tangga menjadi sektor tertinggi dalam peningkatan konsumsi listrik yaitu sebesar 59 persen dari total konsumsi sebesar 977,35 GWh dibandingkan periode yang sama / Foto : Humas PLN

Peningkatan konsumsi listrik ini berjalan selaras dengan konsistensi penambahan jumlah pelanggan yang terus meluas di Papua.

Total pelanggan PLN kini telah mencapai 948.170 pelanggan pada Mei 2026, atau bertumbuh 5,28 persen secara year-on-year (YoY) dari 900.592 pelanggan pada Mei 2025.

“Tren positif penambahan pelanggan yang sangat konsisten ini menjadi bukti bahwa setiap jaringan listrik yang terhubung membawa dampak yang sangat besar bagi peningkatan kualitas hidup dan kemandirian ekonomi masyarakat. Terbukti, jumlah pelanggan rumah tangga tetap mendominasi dengan total 857.998 sambungan, atau tumbuh 5,32 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang berjumlah 814.694 pelanggan,” ungkap Roberth.

Untuk mendukung keberlanjutan iklim usaha yang positif ini, PLN berkomitmen penuh untuk menjaga keandalan pasokan energi di seluruh sistem kelistrikan Papua dan Papua Barat.

Ketersediaan cadangan daya yang mumpuni diharapkan dapat meyakinkan para pelaku industri dan investor agar tidak ragu memperluas investasinya di wilayah timur Indonesia.

“Kami juga terus meningkatkan kualitas pelayanan melalui digitalisasi layanan di aplikasi PLN Mobile. Berbagai kebutuhan kelistrikan, mulai dari pasang baru hingga tambah daya untuk kebutuhan usaha, kini dapat diproses dengan mudah dan transparan dalam satu genggaman,” tutup Roberth.

RLS

Exit mobile version