Koreri.com, Manokwari – Kemegahan tata panggung dan gemerlap lampu yang memukau sukses menandai pembukaan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV di Manokwari, Papua Barat.
Ribuan pasang mata menikmati kemeriahan acara, lantunan puji-pujian menggema, dan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar dengan pasokan listrik yang andal.
Di balik keandalan kelistrikan yang menopang kesuksesan acara tersebut, terdapat dedikasi luar biasa dari seorang srikandi tangguh yang mengawal dengan ketulusan dan penuh tanggung jawab, yakni Sirante Banne Ringgi.
Sebagai anak bungsu dari tujuh bersaudara, perempuan kelahiran Soroako, 23 Februari 1992, ini tumbuh dengan semangat untuk terus belajar dan mandiri.
Alumnus Teknik Sipil Universitas Kristen Indonesia Paulus Makassar ini awalnya tidak pernah membayangkan akan meniti karier di dunia kelistrikan, karena semula ia bercita-cita untuk bekerja di Inspektorat Pekerjaan Umum (PU).
Langkah pertamanya di Tanah Papua dimulai sebagai konsultan konstruksi pada sebuah perusahaan swasta di Jayapura selama kurang lebih satu tahun sejak Februari 2015.
Namun, perjalanan kariernya tidak berhenti di sana. Ia melihat PLN sebagai wadah yang memberikan peluang besar untuk berkembang dan berkontribusi lebih luas bagi masyarakat.
Perjalanan menuju PLN tidak mudah bagi Sirante. Ia sempat gagal saat pertama kali mengikuti seleksi di Jayapura pada April 2015.
Meski demikian, kegagalan itu tidak membuatnya menyerah. Ia kembali mencoba pada akhir tahun 2015, dan akhirnya dinyatakan lolos pada April 2016 setelah melewati berbagai seleksi.
“Saya percaya bahwa kegagalan bukan akhir. Yang terpenting adalah terus mencoba dan memperbaiki diri. Dari proses itu, saya juga mendapatkan banyak teman yang saling mendukung dan menjadi keluarga baru di PLN,” tuturnya.
PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Merauke menjadi titik penempatan sekaligus awal mula perjalanan pengabdiannya di Tanah Papua. Sebagai seorang Srikandi PLN, Sirante membuktikan bahwa perempuan mampu berdiri sejajar dan mengambil peran penting dalam menjaga keandalan kelistrikan.
“Menjadi srikandi di Papua bagi saya bukan sekadar menjalankan tugas dan rutinitas pekerjaan, melainkan sebuah bentuk pengabdian yang mendalam. Ada rasa kebahagiaan tak ternilai yang muncul ketika desa yang kami survei untuk dialiri listrik akhirnya berhasil menyala. Di saat itulah, saya merasa harapan masyarakat benar-benar tercapai melalui kerja keras kami,” ungkap Sirante penuh ketulusan.
Pengalaman melistriki wilayah-wilayah yang sebelumnya gelap gulita menjadi sumber kebahagiaan tersendiri baginya.
Ia melihat secara langsung bagaimana kehadiran listrik mampu mengubah kehidupan masyarakat, membuka akses pendidikan, meningkatkan aktivitas ekonomi, dan menghadirkan harapan baru.
Bekerja di lingkungan teknik yang didominasi oleh laki-laki tak sedikit pun menggetarkan nyali perempuan berusia 34 tahun ini.
Lewat pengabdian satu dekade di PLN, ia sukses membuktikan bahwa kompetensi dan kapasitas kerja tidak mengenal sekat gender.
“Bagi saya, bekerja di lingkungan yang mayoritas laki-laki tidak kemudian menyurutkan langkah saya untuk terus maju. Semua berjalan secara profesional dengan porsi tugas yang jelas. Di PLN, gender tidak membatasi ruang gerak, kami memiliki kesempatan, kapasitas, dan tanggung jawab yang setara untuk berkontribusi dalam setiap program kerja,” ungkapnya dengan penuh keyakinan.
Menjabat sebagai Manager Unit Layanan Pelanggan (ULP) Manokwari Kota sejak Januari 2026, srikandi tangguh ini memikul tanggung jawab yang tidak ringan. Terlebih, wilayah kerjanya merupakan ibu kota kabupaten sekaligus jantung dari ibu kota Provinsi Papua Barat.
“Ekspektasi masyarakat terhadap keandalan listrik dan kualitas pelayanan di sini sangatlah tinggi. Tantangannya bukan hanya menjaga pasokan listrik tetap andal, tetapi juga memastikan setiap gangguan dapat ditangani dengan cepat,” tuturnya.
Selain tantangan teknis dalam menjaga keandalan jaringan, tantangan lain yang dihadapi Sirante sebagai pemimpin adalah mengelola sumber daya manusia (SDM) yang beragam.
Saat ini, ULP Manokwari Kota diperkuat oleh kombinasi pegawai senior yang kaya pengalaman lapangan dan pegawai muda yang adaptif terhadap teknologi digital.
“Perbedaan cara pandang, pola komunikasi, dan pendekatan kerja antargenerasi terkadang menjadi tantangan tersendiri. Untuk menyatukan visi dan memastikan seluruh tim bergerak menuju target yang sama membutuhkan upaya yang cukup besar. Sebagai pimpinan, saya harus mampu menyesuaikan gaya komunikasi, menjadi pendengar yang baik, sekaligus memastikan budaya kerja yang kolaboratif dan saling peduli tetap terjaga,” ucap Sirante.
Keberhasilan mengawal pembukaan Pesparawi Nasional tanpa kendala kelistrikan hanyalah satu dari sekian banyak bukti nyata dedikasi Sirante bersama tim.
Saat ribuan masyarakat menikmati kemeriahan acara dengan listrik yang menyala tanpa kedip, mungkin tidak banyak yang mengetahui bahwa di balik layar terdapat seorang perempuan tangguh yang bekerja dengan penuh tanggung jawab dan ketulusan.
Sirante Banne Ringgi adalah gambaran nyata Srikandi Indonesia yang tidak hanya menerangi rumah-rumah pelanggan melalui pasokan listrik yang andal, tetapi juga menyalakan harapan dan menginspirasi banyak orang.
Melalui kiprahnya, ia berhasil membuktikan bahwa ruang untuk mengabdi dan membawa perubahan senantiasa terbuka luas bagi siapa saja, tanpa memandang gender.
RLS
