Koreri.com, Sorong – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat Daya (PBD) resmi melepaskan Felix Paskah Yapen dan Vila Delvia Nauri yang terpilih sebagai Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tingkat Pusat Tahun 2026.
Keduannya akan mengikuti pemusatan pendidikan dan pelatihan di PPSDM Kemendikdasmen, Depok, Jawa Barat.
Prosesi pelepasan berlangsung di lapangan apel Kantor Pemerintahan PBD, Senin (13/7/2026) dipimpin Gubernur Elisa Kambu (Elkam) bersama Sekretaris Daerah serta jajaran Forkopimda dan tamu undangan.
Gubernur Elkam berharap kedua peserta tidak hanya mengikuti seluruh rangkaian pelatihan, tetapi juga memperoleh kehormatan menjalankan tugas sebagai Paskibraka pada upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di tingkat nasional.
“Kita berharap mereka berdua bisa mendapatkan penugasan di sana. Doa itu yang utama. Menjadi bagian dari seluruh proses di tingkat nasional saja sudah merupakan kebanggaan bagi Papua Barat Daya,” ujarnya usai melepaskan perwakilan Paskibra di kantor Gubernur sementara, Senin pagi.
Elkam berpesan agar kedua calon Paskibraka menjaga nama baik Provinsi PBD, keluarga, serta sekolah asal selama mengikuti pendidikan dan pelatihan.
“Saya harap mereka menjaga nama baik Papua Barat Daya, nama baik keluarga, dan sekolahnya. Tunjukkan sikap yang baik, disiplin, serta mampu bergaul dengan peserta dari seluruh Indonesia,” harapnya.
Menurut Elkam, momentum tersebut juga menjadi kesempatan bagi keduanya untuk memperluas jaringan pertemanan dengan sesama calon Paskibraka dari berbagai provinsi.
“Mereka harus bisa berinteraksi dan membangun jejaring dengan teman-teman Paskibraka dari daerah lain. Setelah pulang nanti, mereka memiliki banyak teman dan pengalaman yang akan menjadi bekal di masa depan,” tukasnya.
Sementara Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) PBD Drs. George Japsenang, M.Si, mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil dari proses seleksi yang ketat mulai dari tingkat provinsi hingga nasional.
“Kita melakukan berbagai tahapan seleksi, mulai dari wawasan kebangsaan, tes intelegensi, kesehatan, hingga kemampuan baris-berbaris. Seluruh proses melibatkan tim dari Dinas Kesehatan, Rumah Sakit John P. Wanane, Brimob, Polda, dan unsur kepanitiaan lainnya,” ujarnya.
George menjelaskan, dari hasil seleksi di PBD, panitia mengirim tiga pasang calon Paskibraka ke tingkat pusat pada akhir Mei 2026. Setelah mengikuti seleksi nasional, satu pasang dinyatakan lolos mewakili provinsi termuda Indonesia ini.
Mereka adalah Pieter Felix Paskah Yapen dari SMA Negeri 1 Raja Ampat, Kabupaten Raja Ampat, serta Vila Delvia Nauri dari SMA YPPK Seminari Petrus Van Diepen, Kabupaten Sorong.
Bagi calon Paskibraka tingkat Provinsi PBD, George mengatakan pemusatan latihan akan dimulai pada akhir Juli hingga awal Agustus 2026.
Sebanyak 35 putra-putri terbaik dari enam kabupaten/kota akan mengikuti pemusatan latihan selama sekitar 15 hingga 16 hari di Aimas Hotel, Kabupaten Sorong.
Ia menambahkan, peserta yang sebelumnya mengikuti seleksi nasional namun belum lolos ke tingkat pusat akan kembali bergabung bersama peserta lainnya dalam Paskibraka tingkat Provinsi PBD.
“Semua akan bergabung kembali dalam pemusatan latihan tingkat provinsi untuk mempersiapkan pelaksanaan upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Papua Barat Daya,” pungkasnya.
KENN
