Koreri.com, Jayapura – Rakyat Indonesia sementara menyiapkan diri menyambut momen bersejarah dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke 81 Kemerdekaan RI tak terkecuali di wilayah Tanah Tabi, Papua.
Mewakili pemuda dari 4 Kabupaten dan 1 Kota di wilayah adat Tabi, Tokoh Pemuda menyatakan sikap menolak segala bentuk aksi yang berpotensi menciptakan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat atau kamtibmas.
Wilayah Adat Tabi meliputi Kota dan Kabupaten Jayapura, Keerom, Sarmi, dan Mamberamo Raya.
“Sebagai tuan rumah di tanah leluhur, kami bertanggung jawab menjaga agar bulan Kemerdekaan diisi dengan kegiatan yang membangun, damai dan penuh rasa syukur,” tegas Tokoh Pemuda Tabi Paul Ohee, SH dalam pernyataan tertulis yang diterima media ini, Sabtu (1/8/2026).
“Pemuda Tabi menolak keras aksi yang mengganggu kamtibmas,” sambungnya.
Demikian sikap tegas Pemuda Tabi :
1. Menolak segala bentuk provokasi, pengerahan massa, pemalangan dan tindakan anarkis yang dapat mengganggu stabilitas keamanan, aktivitas pendidikan, ekonomi, dan sosial masyarakat di Wilayah Adat Tabi.
2. Mendukung penuh TNI-Polri dalam menjaga kedaulatan NKRI dan memelihara kamtibmas di Wilayah Adat Tabi sesuai dengan UU No. 34 Tahun 2004 tentang TNI dan UU No. 2 Tahun 2002 tentang Polri.
3. Mengajak seluruh pemuda, pelajar, mahasiswa, tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat Tabi untuk mengisi bulan kemerdekaan dengan kegiatan positif: upacara, lomba, gotong royong, dan dialog membangun.
4. Menegaskan komitmen menjaga Tanah Tabi sebagai rumah damai. Kami tidak menginginkan Wilayah Adat Tabi dijadikan tempat untuk aksi-aksi yang mencederai nilai persatuan dan semangat kemerdekaan.
“Bulan Agustus adalah bulan kita merayakan kemerdekaan. Mari kita hormati jasa para pahlawan dengan menjaga Tanah Tabi tetap aman dan kondusif,” ajaknya.
Paul juga mengimbau seluruh masyarakat agar tidak mudah terprovokasi informasi hoaks dan segera berkoordinasi dengan aparat keamanan terdekat apabila menemukan potensi gangguan.
RED
