Kapolda Jenguk Korban Penyanderaan Jila yang Berhasil Dievakuasi

IMG 20260914 WA0016

Koreri.com, Timika – Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol. Jermias Rontini, turun langsung menjenguk Nemerina Wamang, satu dari sembilan korban penyanderaan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Distrik Jila yang berhasil dievakuasi ke Timika menggunakan helikopter Polri, Senin (14/9/2026).

Setibanya di Timika, korban langsung mendapat perawatan di RS Bhayangkara Polda Papua Tengah di Jalan Amimuga Mile 32, sementara kondisi fisik dan psikologisnya menjadi perhatian utama sebelum nantinya dimintai keterangan.

Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Jermias Rontini mengungkapkan bahwa proses evakuasi Nemerina bukanlah misi yang mudah.

Kondisi cuaca yang tidak menentu menjadi salah satu tantangan utama yang harus dihadapi tim.

“Puji Tuhan, hari ini kami Kepolisian berhasil membawa satu dari sembilan sandera tersebut. Korban dievakuasi dari Kampung Bela 1 ke Timika menggunakan fasilitas helikopter Polri,” ungkap Kapolda ditemui wartawan di rumah sakit.

Menurutnya, sebelum berhasil mencapai wilayah Bela lokasi penjemputan, kru helikopter Polri harus melakukan beberapa kali uji penerbangan untuk memastikan kondisi penerbangan memungkinkan.

“Empat kali kita melakukan uji penerbangan. Kita melihat situasi cuaca, kemudian baru akhirnya bisa masuk dan mengevakuasi korban,” jelasnya.

Kapolda menegaskan saat ini fokus utama adalah memberikan pelayanan medis kepada korban. Polri saat ini memprioritaskan pemulihan kondisi fisik dan juga psikologis korban yang diduga masih mengalami trauma.

“Jadi sejauh ini kita belum bisa memberikan kesimpulan apa saja yang dialami korban. Karena kita belum bisa meminta keterangan. Saat ini kita serahkan perawatannya kepada pihak rumah sakit, dalam hal ini Dr. Marlina dan tim, sambil melihat perkembangan psikologis korban ke depan,” tegasnya.

Kapolda berharap, kondisi korban segera membaik sehingga informasi yang diperoleh dapat membantu upaya penyelamatan sandera lainnya sekaligus mengungkap pihak yang berada di balik aksi penyanderaan tersebut.

“Nanti kita akan libatkan keluarga dalam proses komunikasi ke korban, termasuk menggunakan bahasa daerah, agar korban merasa lebih nyaman dan dapat menceritakan apa yang dialaminya selama penyanderaan,” lugasnya.

Kapolda menambahkan kepolisian tentunya akan terus berupaya menyelamatkan tujuh sendera lainnya. Sehingga diharapkan informasi dari korban.

“Kita upayakan satu saksi yang hari ini kita evakuasi bisa memberikan keterangan di mana tujuh lainnya itu, sehingga kita bisa lakukan langkah-langkah berikutnya. Kesaksian korban dapat menjadi titik awal untuk mengungkap pelaku penyanderaan secara perlahan,” jelasnya.

Kapolda mengakui tidak inginkan konflik kemudian hari antara pihak A dengan B, antar-kampung A dengan kampung B.
Menurut Kapolda, Kepolisian belum dapat memastikan secara detail kondisi para korban lainnya maupun di mana lokasi mereka saat ini.

“Sampai saat ini tujuh korban lainnya masih dalam penguasaan kelompok penyandera. Kita akan terus berupaya untuk menyelamatkan mereka, sekaligus menjaga persoalan ini agar tidak berkembang yang dapat menimbulkan konflik baru,” pungkasnya.

Kapolda juga mengapresiasi, kru helikopter Polri yang tetap menjalankan misi kemanusiaan di tengah kondisi cuaca yang tidak pasti.

“Kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak, termasuk Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) yang membantu membangun komunikasi dengan berbagai pihak. Dukungan masyarakat di Jila, Bela, Alama, dan wilayah sekitarnya juga dinilai berperan penting dalam keberhasilan evakuasi,” tutupnya.

RLS

Exit mobile version