Koreri.com, Timika – Sampah yang selama ini dianggap tidak bernilai, ternyata mampu menjadi harapan bagi sebuah keluarga.
Seorang ibu warga Koperapoka membuktikan bahwa sampah daur ulang dapat menjadi sumber penghasilan untuk membantu membayar biaya kuliah dan uang kos anaknya.
Pada Kamis (6/8/2026), ia menjual sampah daur ulang hasil kumpulannya melalui Pos Timbang Merdeka 17 Ton Challenge, sebuah gerakan yang mengajak masyarakat mengubah sampah menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi sekaligus menjaga kebersihan lingkungan.
Kepala Distrik Mimika Baru, Merlyn Temorubun, mengatakan bahwa program ini bukan sekadar mengurangi timbunan sampah, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
“Bagi sebagian orang, ini hanya sampah. Namun bagi seorang ibu, ini adalah harapan untuk masa depan anaknya. Inilah semangat yang ingin dibangun melalui Gerakan 17 Ton Challenge,” cetusnya.
Dalam kegiatan tersebut, Pasukan Hijau Mimika Baru (MIRU) mengangkut sampah daur ulang yang telah dikumpulkan warga. Sampah kemudian ditimbang dan dicatat sebelum dibayarkan sesuai nilai yang diperoleh.
Gerakan ini diharapkan mampu membangun kebiasaan baru di tengah masyarakat, yakni memilah dan mengumpulkan sampah daur ulang sehingga tidak hanya menciptakan lingkungan yang lebih bersih, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi keluarga.
Melalui langkah-langkah kecil yang dilakukan setiap hari, masyarakat diajak untuk bersama-sama mewujudkan perubahan besar. Dari sampah lahir harapan, dari kepedulian tercipta masa depan yang lebih baik.
NUEL
