Koreri.com, Timika – Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Mimika berkomitmen mendorong kebangkitan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di daerah melalui Festival UMKM yang digelar dalam rangka memperingati Hari UMKM Nasional ke-10 sekaligus menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia selama 3 hari di halaman gedung Eme Neme Yauware Timika, tanggal 10-12 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut diselenggarakan bersama TIFA Kreatif dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, dengan tujuan memperluas promosi produk UMKM Mimika agar semakin dikenal, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga hingga pasar internasional.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Mimika, Semuel Yogi, mengatakan festival ini menjadi salah satu langkah konkret pemerintah daerah dalam membangkitkan sekaligus memberdayakan UMKM lokal.
“UMKM Mimika harus bangkit dan diberdayakan. Kami ingin produk-produk UMKM Mimika semakin dikenal secara nasional maupun internasional,” ujar Semuel Yogi dalam keterangan persnya, Minggu (9/8/2026).
Ia menyebutkan, saat ini terdapat lebih dari 3.000 UMKM Mimika yang telah terdata dalam sistem Kementerian UMKM.
Dari jumlah tersebut, sejumlah pelaku usaha menunjukkan perkembangan omzet yang cukup signifikan.
Dalam festival sebelumnya, misalnya, terdapat pelaku UMKM yang mampu mencatat omzet mulai dari Rp1 juta, Rp2 juta hingga belasan juta rupiah selama kegiatan berlangsung.
Salah satu produk yang dinilai memiliki potensi besar adalah kerajinan noken. Produk tersebut bahkan disebut telah mampu menghasilkan omzet hingga sekitar Rp40 juta pada kelompok usaha tertentu.
Selain noken, produk yang terus dikembangkan meliputi kopi lokal Mimika, kuliner, aksesori, hingga produk berbahan buah merah dan hasil olahan lokal lainnya.
“Ini menjadi salah satu wujud untuk mendukung visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Mimika dalam mengembangkan UMKM. Mama-mama Papua, pengrajin noken, pelaku kuliner dan usaha lainnya terus kami bina,” katanya.
Menurut dia, pengembangan UMKM tidak dapat dilakukan sendiri oleh satu organisasi perangkat daerah.
Karena itu, Dinas Koperasi dan UMKM terus membangun kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk OPD dalam rumpun ekonomi, YPMAK, Dekranasda, PKK, TIFA Kreatif serta sektor swasta.
“Rumpun ekonomi harus bersatu untuk membangkitkan UMKM Mimika. Ini sudah waktunya UMKM Mimika naik kelas,” tegasnya.
Produk Mimika Mulai Menembus Pasar Internasional.
Perkembangan UMKM Mimika dalam beberapa tahun terakhir juga terlihat dari semakin luasnya pasar produk lokal.
Ia mencontohkan produk noken Mimika yang telah dipasarkan hingga ke sejumlah negara, seperti Jepang, Amerika Serikat, Filipina dan Singapura.
“Kami berterima kasih kepada Dekranasda dan PKK Mimika yang terus membantu mempromosikan produk UMKM Mimika. Noken Mimika sudah ada di Jepang, Amerika, Filipina dan Singapura,” katanya.
Tak hanya noken, kopi Mimika dan produk buah merah juga dinilai memiliki peluang besar untuk menembus pasar nasional.
Kondisi tersebut, menurutnya, menunjukkan bahwa Mimika memiliki potensi menjadi salah satu daerah percontohan pengembangan ekonomi kreatif dan UMKM di Papua Tengah.
“Dulu UMKM Mimika belum seperti sekarang. Sekarang kopi Mimika sudah bisa menembus pasar nasional, begitu juga produk buah merah. Ini menunjukkan bahwa UMKM kita memiliki potensi besar,” ujarnya.
Festival Diikuti 125 Pelaku UMKM
Menjawab pertanyaan media mengenai target omzet, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM mengatakan pihaknya berharap omzet pelaku usaha selama festival tahun ini dapat meningkat dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya.
Pada festival sebelumnya, sejumlah pelaku UMKM mampu memperoleh omzet sekitar Rp2 juta hingga Rp15 juta selama kegiatan.
“Untuk tahun ini kami berharap omzet bisa meningkat. Mudah-mudahan setiap stand bisa mencapai sekitar Rp3 juta sampai Rp4 juta,” katanya.
Festival tahun ini akan melibatkan sekitar 125 pelaku UMKM, yang merupakan bagian dari binaan Dinas Koperasi dan UMKM maupun OPD lain dalam rumpun ekonomi.
Produk yang ditampilkan beragam, mulai dari kerajinan noken, kuliner, kopi lokal, aksesori hingga berbagai produk olahan khas Mimika.
TIFA Siapkan Hiburan, Festival Besar Disiapkan Oktober
Selain menjadi ruang promosi dan transaksi produk UMKM, festival juga akan dikemas dengan hiburan untuk masyarakat Mimika.
Pihak penyelenggara menyebut TIFA Kreatif akan turut menghadirkan hiburan bagi masyarakat selama kegiatan berlangsung.
Namun, sejumlah perlombaan yang biasanya digelar pada kegiatan serupa tidak menjadi bagian dari agenda festival kali ini.
“Untuk konsep acara, TIFA akan memberikan hiburan bagi masyarakat Mimika. Kalau perlombaan seperti tahun-tahun sebelumnya, tahun ini tidak ada karena pada Oktober nanti kami akan kembali menyelenggarakan kegiatan festival,” jelasnya.
Pemerintah Kabupaten Mimika juga berharap agenda festival pada Oktober mendatang dapat berlangsung lebih besar dengan menghadirkan jajaran kementerian terkait.
“Kami berharap pada Oktober nanti Menteri Koperasi dan Menteri UMKM, serta pihak terkait di bidang perekonomian dapat hadir dalam kegiatan festival,” katanya.
Dengan dukungan lintas sektor dan promosi yang semakin luas, Festival UMKM Mimika diharapkan tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi menjadi ruang nyata bagi pelaku usaha lokal untuk meningkatkan omzet, memperluas pasar, dan naik kelas.
Pemerintah daerah pun menegaskan komitmennya untuk terus mendorong UMKM sebagai salah satu penggerak ekonomi masyarakat Mimika.
EHO
