Asosiasi Nusantara UMKM PBD Tantang Pemerintah-Swasta Belanja Produk Lokal

Johny Wenand Dawan. Foto KENN WTR
Ketua Umum Asosiasi Nusantara UMKM Papua Barat Daya, Johny Wenand Dawan / Foto : KENN

Koreri.com, Aimas – Asosiasi Nusantara UMKM Provinsi Papua Barat Daya kembali mendorong penguatan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) melalui pameran produk lokal yang digelar dalam rangka memperingati HUT ke 81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Ketua Umum Asosiasi Nusantara UMKM PBD Johny Wenand Dawan mengatakan pameran dengan mengusung tema “Pangan Lokal Untuk Indonesia Maju” tidak sekadar menjadi ajang memperingati momentum kemerdekaan, tetapi juga menjadi ruang untuk mempromosikan berbagai produk unggulan UMKM setempat.

“Tujuan utama kami adalah mempromosikan produk-produk unggulan lokal UMKM Provinsi Papua Barat Daya,” kata Johny Wenand Dawan kepada wartawan usai pembukaan Pameran Nusantara Merah Putih di Alun-alun Kota Baru Aimas, Kabupaten Sorong, Jumat 21/8/2026).

Menurut Johny Wenand Dawan, kegiatan pameran ini sekaligus menjadi tantangan bagi pemerintah daerah, BUMN, BUMD hingga sektor perbankan yang selama ini gencar berbicara mengenai pemberdayaan UMKM.

Ia berharap dukungan terhadap UMKM tidak berhenti pada wacana maupun program seremonial, tetapi diwujudkan dengan hadir langsung dan membeli produk yang dihasilkan pelaku UMKM.

“Kami menantang pemerintah, swasta, BUMD, BUMN dan perbankan. Jangan hanya berbicara tentang UMKM, tetapi bagaimana mereka hadir dan belanja produk-produk UMKM ini. Dengan begitu UMKM bisa naik kelas,” tegasnya.

Kegiatan pameran ini berslogaskan “membangun sinergi UMKM, Melestarikan Budaya, Menggerakan Ekonomi Bangsa dan meningkatkan olahan pangan lokal” dihadiri Kepala Dinas Perindagkop dan UKM Kabupaten Sorong, Marthen Luther Pajala, perwakilan Provinsi Papua Barat Daya serta anggota asosiasi.

Asosiasi Nusantara UMKM telah aktif mendorong pengembangan pelaku usaha sejak beberapa tahun terakhir.

Pada 2022, pihaknya bahkan pernah mendapat dukungan tempat dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sorong untuk menggelar pameran selama satu bulan.

Sejak saat itu, asosiasi terus terlibat dalam berbagai kegiatan dan pameran yang diselenggarakan pemerintah maupun pihak lainnya.

Memasuki 2026, asosiasi mulai kembali menggelar pameran secara mandiri dengan menampilkan beragam produk pangan lokal dan olahan UMKM dari berbagai daerah di Papua Barat Daya.

“Kami ingin produk pangan lokal Nusantara ini bisa menjadi ikon terbaik UMKM Papua Barat Daya dan mampu bersaing dengan UMKM dari luar daerah,” tekannya.

Ditegaskannya bahwa pengembangan UMKM harus dibangun melalui sinergi dan semangat kemandirian.

Kepala Dinas Perindagkop dan UKM Kabupaten Sorong Marthen Luther Pajala mengunjungi stand pameran di Alun-alun Kota Baru Aimas, Kabupaten Sorong, Jumat (21/8/2026) / Foto : KENN

Menurut dia, pelaku UMKM tidak boleh terus bergantung pada bantuan pemerintah untuk menjalankan usaha maupun kegiatan promosi.

“Prinsip kami adalah membangun sinergi UMKM, melestarikan budaya, menggerakkan ekonomi bangsa dan meningkatkan olahan pangan lokal dengan skema kemandirian yang profesional,” tandasnya.

Ia juga berharap Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu bersama Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan dapat memberikan dukungan terhadap kegiatan UMKM yang digelar secara mandiri.

Johny menilai, dukungan yang dibutuhkan bukan semata-mata bantuan anggaran, melainkan kehadiran dan perhatian pemerintah terhadap pelaku UMKM.

“Kami tidak mengemis kepada pemerintah untuk memberikan uang agar kami bisa membuat pameran. Kami mandiri. Kami hanya membutuhkan kehadiran pemerintah untuk memberikan support,” tegasnya.

Ia mengaku kecewa karena gubernur belum hadir dalam kegiatan tersebut. Namun, kekecewaan itu tidak mengurangi semangatnya untuk terus mengembangkan UMKM secara mandiri.

“Secara manusia saya kecewa, tetapi sebagai anak Tuhan saya tidak kecewa. Kami tetap profesional dan mandiri,” katanya.

Johny juga mengajak seluruh organisasi perangkat daerah dan pemangku kepentingan lainnya untuk ikut memberikan dukungan terhadap pengembangan UMKM.

Dalam pameran yang berlangsung selama dua hari tersebut, sekitar 150 pelaku UMKM terlibat dengan menampilkan beragam produk unggulan.

Ia mengakui kunjungan masyarakat pada hari pertama masih relatif sepi.

Kondisi itu, menurutnya, kemungkinan dipengaruhi keterbatasan publikasi, meski informasi kegiatan telah disebarluaskan melalui berbagai media sosial.

“Kami berharap sore hari masyarakat mulai ramai datang. Yang paling penting, produk-produk UMKM ini bisa dikenal dan dibeli masyarakat,” pungkasnya.

KENN

Exit mobile version