176 Pembalap Ramaikan Nusa Apono 2026 Road Race Championship di Ambon

176 Pembalap Nusa Apono 2026 Road Race Championship
Sebanyak 176 pembalap dari DKI Jakarta, Pulau Jawa, Sulawesi, dan Maluku ambil bagian dalam Nusa Apono 2026 Road Race Championship yang digelar Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kota Ambon di Sirkuit Nonpermanen Transit Passo, Jumat (4/9/2026) / Foto : Ist

Koreri.com, Ambon – Sebanyak 176 pembalap dari DKI Jakarta, Pulau Jawa, Sulawesi, dan Maluku ambil bagian dalam Nusa Apono 2026 Road Race Championship yang digelar Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kota Ambon di Sirkuit Nonpermanen Transit Passo, Jumat (4/9/2026).

Kejuaraan yang berlangsung hingga Minggu (6/9/2026) ini merupakan bagian dari rangkaian HUT Kota Ambon ke-451, sekaligus program kerja IMI Kota Ambon.

Para pembalap akan bersaing pada sembilan kelas untuk memperebutkan lima kategori juara umum, yakni Piala Wali Kota Ambon, Piala Wakil Wali Kota Ambon, Piala Sekretaris Daerah Kota Ambon, Piala Kapolres Tual Ambon dan Pulau-Pulau Lease, serta Piala Ketua IMI Kota Ambon.

Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena saat membuka kejuaraan menegaskan, kegiatan seperti ini penting sebagai wadah bagi generasi muda untuk menyalurkan minat dan bakat secara positif.

Menurutnya, anak muda Kota Ambon memiliki potensi besar di berbagai bidang, termasuk olahraga otomotif.

“Anak muda di Kota Ambon ini memiliki potensi yang luar biasa. Mau di bidang apa yang tidak ada? Mau balap ada, mau musik banyak. Semua potensinya tersedia,” kata Bodewin.

Ia menilai pemerintah bersama stakeholder harus terus membuka ruang melalui event resmi agar bakat generasi muda tidak tersalurkan melalui kegiatan yang berisiko, seperti balap liar di jalan raya.

“Kalau kita tidak menyediakan event bagi mereka, terus mereka mau ke mana?” ujarnya.

Bodewin mengakui Ambon hingga kini belum memiliki sirkuit permanen yang layak dan representatif.

Padahal, menurutnya, Pemkot Ambon telah mengalokasikan anggaran untuk pembangunan fasilitas tersebut.

Namun, rencana itu masih terkendala persoalan lokasi.

“Kita sudah menganggarkan. Tapi ketika mau dilakukan pembangunan, kita terhalang lagi soal masalah lokasi,” ungkapnya.

Bodewin meminta pihak yang tidak menyetujui lokasi sebelumnya ikut mencarikan alternatif tempat yang layak sehingga kebutuhan anak muda terhadap fasilitas olahraga otomotif dapat segera diwujudkan.

Ia menegaskan komitmen pemerintah membangun sirkuit bukan sekadar janji.

“Saya kalau sudah bicara tidak main-main, tidak janji-janji palsu,” tegasnya.

Menurut Bodewin, jika pembangunan sirkuit belum dapat direalisasikan, kegiatan road race di Transit Passo tetap dapat dilaksanakan selama memenuhi ketentuan dan memperoleh izin.

Bodewin juga mengapresiasi kehadiran pembalap dari berbagai provinsi.

Menurutnya, partisipasi peserta dari luar Maluku menunjukkan Nusa Apono Road Race Championship mulai berkembang menjadi event yang memiliki daya tarik lebih luas.

Ia berharap kejuaraan ini dapat terus digelar secara konsisten dan menjadi wadah pembinaan atlet otomotif sekaligus membangun budaya kompetisi yang sehat.

“Menang kalah dalam kompetisi itu hal yang biasa. Kota Ambon membutuhkan kompetisi sebanyak-banyaknya supaya kita terbiasa dengan kompetisi dan sportivitas. Yang kalah mengakui yang menang, yang menang menghargai yang kalah,” katanya.

Bodewin pun mengingatkan seluruh peserta untuk menjaga sportivitas dan nama baik Kota Ambon selama kejuaraan berlangsung.

“Junjung tinggi sportivitas. Tunjukkan bahwa anak-anak muda Kota Ambon terbiasa berkompetisi. Jangan bikin malu Kota Ambon,” tandasnya.

Nusa Apono 2026 Road Race Championship diharapkan menjadi momentum memperkuat pembinaan pembalap muda sekaligus memberikan ruang kompetisi yang aman, resmi, dan terarah bagi komunitas otomotif di Maluku.

JFL

Exit mobile version