Koreri.com (27/10) – Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi mengatakan bahwa Indonesia menghargai hak negara-negara di kawasan Pasifik untuk mengemukakan isu Papua di forum-forum internasional.
Seperti dikutip dari Kantor Berita Antara, Ia mengatakan bahwa Indonesia juga memiliki hak untuk menjelaskan.
Pernyataan ini muncul setelah Pemerintah Indonesia merespon secara berapi-api pernyataan negara-negara kawasan Pasifik di Sidang Umum PBB beberapa waktu lalu.
Perdana Menteri Vanuatu dan Kepulauan Solomon meminta di PBB agar dilakukan investigasi terhadap pembunuhan dan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) terhadap penduduk pribumi Papua yang dilakukan oleh Tentara Nasional Indonesia.
Dalam responnya, perwakilan Pemerintah Indonesia menuduh negara Pasifik tersebut mengangkat isu HAM akibat dibohongi oleh tokoh-tokoh Papua yang memiliki agenda separatis.
Selama sebulan Sidang Umum PBB, Retno mengatakan bahwa seluruh negara diberikan kebebasan untuk menyatakan pendapatnya.
Tetapi Ia menegaskan bahwa Jakarta sedang mencari program pengembangan yang sesuai untuk meningkatkan standar kehidupan di Papua.
Menteri Retno juga menegaskan bahwa negara-negara di Pasifik merupakan sasaran dari kebijakan dan diplomasi luar negeri Pemerintah Indonesia.
“Pada setiap pernyataan tahunan Kemeterian Luar Negeri, kita menegaskan bahwa kawasan Pasifik Selatan merupakan sasaran kebijakan luar negeri Indonesia.”
Ia juga mengatakan bahwa selama tiga tahun terakhir, kehadiran dan peran Indonesia di wilayah tersebut dapat dibuktikan dengan kehadiran delegasi Indonesia dalam forum-forum utama negara-negara Pasifik Selatan seperti Melanesian Sperhead Group (MSG) dan Pacific Island Forum (PIF).
“Sebagai tambahan, ketika negara-negara Pasifik Selatan mengalami bencana alam, Indonesia selalu menjadi salah satu negara yang memberikan bantuan,” tegas Retno.
ARD
Sumber: radionz.co.nz
