Koreri.com, Jayapura – Sebanyak 7 oknum mahasiswa tetap ditahan Polda Papua guna dilakukan pendalaman pasca insiden bentrok di kawasan Expo Waena, Senin (23/9/2019).
Akibat bentrok tersebut menyebabkan satu anggota TNI dan 3 warga sipil meninggal dunia, dan sejumlah korban luka.
Sementara itu, sebanyak 733 mahasiswa yang sebelumnya juga ditahan Polda Papua telah dipulangkan.
“Kalau nantinya memang tidak ditemukan bukti keterlibatan dari ke tujuh orang tersebut maka mereka akan dipulangkan,” terang Gubernur Papua Lukas Enembe kepada sejumlah wartawan usai meninjau para mahasiswa di Mako Brimob Polda Papua, Selasa (24/9/2019).
Ia juga berharap insiden seperti ini tidak terjadi lagi.
Pada kesempatan itu, Gubernur kembali mengingatkan para mahasiswa eksodus untuk tidak berulah.
“Jangan membuat tindakan-tindakan kriminal yang dapat merugikan masyarakat lain karena kejadian pada hari kemarin baik di Jayapura maupun Wamena sudah ada yang jadi korban,” imbuhnya.
Gubernur secara tegas meminta agar para mahasiswa dari luar Papua ini segera kembali ke tempat studinya.
“Dan untuk kembali ke tempat studi, kami dari Pemerintah Provinsi sudah menyiapkan transportasi,” janjinya.
Gubernur bahkan mengancam jika para mahasiswa tidak mau kembali ke kota studinya, maka Pemprov Papua akan bertindak tegas untuk menghentikan program beasiswa.
“Dalam hal ini, beasiswa yang bersumber dari Pemprov Papua,” jelasnya.
Sementara itu, terkait rusuh di Wamena, pihaknya telah mendengar ada ribuan warga yang mengungsi karena rumah mereka terbakar akibat aksi rusuh kemarin.
“Kita baru dengar tadi malam kejadiannya. Nanti kita akan bicarakan dan lakukan rapat internal untuk tindakan selanjutnya,” tukasnya.
VMT
