Koreri.com, Jayapura – Bertempat di aula Biddokes Polda Papua, Minggu (16/2/2020) pukul 19.45 Wit, telah dilaksanakan press conference hasil identifikasi korban laka Heli MI-17 No. Reg HA 5138.
Sejumlah pejabat hadir, Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Drs. AM. Kamal, SH, Kabid Dokes Polda Papua Kombes Pol drg. Agustinus Mulyanto Hardi, Wakapendam XVII Cendrawasih Letkol. Inf. Dax Sianturi, Kakesdam XVII Cendrawasih Kolonel CKM. dr. Djanuar Fitriadi, serta 1 perwakilan keluarga korban, Rasiman Nainggolan.
Press conference diawali penyampaian Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Drs. AM. Kamal, SH.
“Malam ini kita akan melaksanakan rilis terkait dengan evakuasi korban jatuhnya Heli di pegunungan Bintang yang kemarin sudah tiba di Rumah Sakit Bhayangkara. Dan telah dilakukan identifikasi terhadap 12 kantong jenazah,” ungkapnya.
Kemudian dilanjutkan dengan penyampaian hasil identifikasi korban yang di sampaikan Kabid Dokes Polda Papua Kombes Pol drg. Agustinus Mulyanto Hardi.
Hasil rekonsiliasi identifikasi adalah sebagai berikut,
- Jenasah nomor : 62/004/oksibil teridentifikasi sebagai Kapten Cpn. Aris Afik, laki-laki 30 tahun, alamat Perum Wates Permai No. 70 RT 12/RW 3 Semarang (AM nomor : 001/Heli MI 17/ 2019);
- Jenasah nomor : 62/003/oksibil teridentifikasi sebagai Kapten Bambang Saputra, laki-laki, 45 tahun, alamat Perum Grand Panorama C1 No. 1 RT4/RW01 Pudak Payung, Semarang (AM nomor : 002/ heli mi 17/ 2019);
- Jenazah nomor : 62/001/Oksibil teridentifikasi sebagai Lettu Ahwar Affandy, laki-laki, umur 35 tahun, alamat Perum Jatisari Asabri Blok C1 No. 12.8 Semarang (AM nomor : 003/ heli MI 17/ 2019);
- Jenazah nomor : 62/005/oksibil teridentifikasi sebagai Serka Suriatna Wijaya Kusuma, laki-laki, 32 tahun, alamat Perum Muen Harmoni Blok V (AM nomor : 004/ heli MI 17/ 2019);
- Jenazah nomor : 62/005-2/oksibil teridentifikasi sebagai Praka Dwi Purnomo, lakl-laki, 30 tahun, alamat Asrama Penerbad Kembang Arum RT02/RW02, Semarang (AM nomor : 005/ heli MI 17/ 2019);
- Jenazah nomor : 62/006/0ksibil teridentifikasi sebagai Pratu Asharul Mashudi, laki-laki, 27 tahun, alamat Sugriwo Baru RT07/RW03, Semarang (AM nomor : 006/ heli MI 17/ 2019);
- Jenazah nomor : 62/002/oksibil teridentifikasi sebagai Sertu Dita Ilham, lakl-laki, 24 tahun, alamat Barak BA/TA Skuadron/31/Serbu Banyumas Kemutung Kidul RT08/RW01 Kecamatan Batu Raden (AM nomor : 007/ heli MI 17/ 2019);
- Jenazah nomor : 62/012/Oksibil teridentifikasi sebagai Serda Ikrar Satya Nainggolan, laki-laki, 26 tahun, alamat Jl. Obadri RT02/RW01 Desa Remu Selatan Kecamatan Sorongmanai, Kota Sorong (AM nomor : 008/ heli MI 17/2019);
- Jenazah nomor: 62/009/0ksibil teridentifikasi sebagai Pratu Yanuarius Loe, laki-laki, 27 tahun, alamat Dusun Seoa RT01/RW01 Desa Rinbesihat Kec. Tasiseto Barat, Kab. Beno, Nusa Tenggara Timur (AM nomor : 009/ heli MI 17/ 2019);
- Jenazah nomor: 62/010/Oksibil teridentifikasi sebagai Pratu Risno , laki-laki, 24 tahun, alamat Desa Kambowa Kec. Kapontori, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara (AM nomor : 0010/ heli MI 17/ 2019);
- Jenazah nomor: 62/008/0ksibil teridentifikasi sebagai Prada Sudjono Kaimuddin, laki-laki, 25 tahun, alamat Desa Iha Kec. Hauwal Kab. Seram Bagian Barat (AM nomor : 011/ heli MI 17/ 2019);
- Jenazah nomor: 62/011/Oksibil teridentifikasi sebagai Prada Tegar Hadi, laki-laki, 23 tahun, alamat Dusun Kramat Jati, Desa Suling Kulon Kec. Cermee Kab. Bondowoso (AM nomor : 012/ heli MI 17/ 2019).
Kakesdam XVII Cendrawasih Kolonel CKM dr. Djanuar Fitriadi pada kesempatan itu, mengakui bahwa proses identifikasi ini tidak hanya berjalan pada malam kemarin atau hari kemarin. Tetapi telah dimulai jauh-jauh hari sebelum proses evakuasi dari Oksibil menuju ke Jayapura.
“Kita dalam hal ini adalah sebagai yang Katimnya adalah Kabidokkes Polda Papua bersama-sama dengan rekan tim yang lain, baik dari dari rumah sakit membantu kita semuanya termasuk dari kesehatan Angkatan Laut beberapa minggu yang lalu,” urainya.
Lanjut Kakesdam, pengumpulan data-data antemortem yang oleh kaki tugas Polda mengambil data-data dari seluruh daerah di mana keluarga korban.
“Kemudian berdasarkan data-data antemortem itulah kita melakukan proses rekonsiliasi yang tadi malam kita laksanakan pukul 20.00 – 23.00 Wit. Itu termasuk di dalamnya pernyataan atau tertentu adalah pengambilan beberapa sampel DNA untuk antisipasi apabila identifikasi pada hari kemarin tidak bisa kita laksanakan secara morfologis, melakukan identifikasi DNA. Oleh karena itu jauh-jauh hari sudah dilaksanakan pengambilan sampel kepada keluarga korban yang langsung berhubungan darah dengan korban,” sambungnya.
Atas nama Kodam dan keluarga besar TNI AD, Kakesdam menyampaikan ucapan terima kasih yang tidak terhingga.
Apresiasi dan rasa hormat kepada Kapolda Papua, Bidokes Polda Papua serta semuanya yang telah bekerja dengan sangat keras, terorganisir mulai korban masih berada di Oksibil sampai dengan tuntasnya proses rekonsiliasi semalam.
“Saya memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada tim DVI Polda Papua yang telah meluangkan waktu sehingga proses identifikasi dari korban Heli 17 No Reg HA 5138 ini bisa cepat kita selesaikan,” pungkasnya.
Acara diakhiri dengan pemberian Surat Kematian atau Certificat Of Death oleh Kabid Dokes Polda Papua dan Kakesdam XVII Cendrawasih kepada perwakilan penerima
VDM
