Senin, Pemkab Mimika Fasilitasi Penyelesaian Adat 2 Kelompok Berkonflik di Kwamki

Bupati JR Korericom8
Bupati Mimika Johannes Rettob / Foto: EHO

Koreri.com, Timika – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika terus mengupayakan penyelesaian konflik yang terjadi di wilayah Kwamki Lama melalui pendekatan dialog dan kearifan lokal.

Bupati Johannes Rettob, mengatakan Pemerintah daerah bersama seluruh unsur terkait telah mempertemukan pihak-pihak yang bertikai guna mencari solusi damai yang dapat diterima oleh semua pihak.

Pertemuan tersebut berlangsung di Rumah Negara atau Pendopo SP 3, Timika, Papua Tengah, Jumat (12/6/2026).

Hadir dalam pertemuan itu Wakil Bupati Emanuel Kemong, aparat keamanan, tokoh masyarakat, serta perwakilan dari dua kubu yang terlibat konflik.

Menurut Bupati, hasil pertemuan menghasilkan kesepakatan bersama untuk mengakhiri perselisihan melalui mekanisme perdamaian adat yang telah lama menjadi bagian dari budaya masyarakat setempat.

“Terkait kasus Kwamki Lama, kami dari Pemerintah Kabupaten Mimika bersama Pak Wakil Bupati dan seluruh unsur terkait sudah melaksanakan pertemuan dengan pihak-pihak yang bertikai,” ujar Bupati Rettob kepada wartawan di Timika, Jumat malam.

“Hasilnya, telah disepakati bahwa pada hari Senin (15/6/2026) mendatang akan dilaksanakan perdamaian adat melalui prosesi patah panah,” sambungnya.

Ia menjelaskan, prosesi patah panah merupakan simbol berakhirnya permusuhan dan komitmen kedua belah pihak untuk hidup berdampingan secara damai. Kesepakatan tersebut melibatkan dua kelompok yang selama ini berselisih, yakni kubu Dang dan kubu Newenggalen.

Johannes mengapresiasi sikap terbuka dari kedua belah pihak yang bersedia duduk bersama dan mengedepankan penyelesaian secara damai.

Menurut dia, langkah tersebut menjadi modal penting dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Mimika.

“Pemerintah berharap seluruh proses perdamaian dapat berjalan lancar sehingga masyarakat bisa kembali menjalankan aktivitasnya dengan aman dan nyaman,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Mimika juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung proses rekonsiliasi yang akan dilakukan, serta menjaga situasi tetap kondusif demi terciptanya keamanan dan persatuan di wilayah Kwamki Lama dan sekitarnya.

EHO

Exit mobile version