Koreri.com, Timika – Realisasi serapan anggaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika yang masih berada pada angka 27,41 persen maupun realisasi fisik yang baru mencapai 35 persen terhitung hingga 20 Juli 2026 kembali menjadi sorotan.
Wakil Bupati Emanuel Kemong lantas memberi peringatan tegas seraya mengingatkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) setempat untuk tidak lagi menunda pelaksanaan program.
Dia secara khusus menyoroti capaian tersebut yang belum menunjukkan perkembangan berarti dibandingkan dua pekan sebelumnya.
“Sudah dua minggu ini realisasi hanya bergeser sedikit saja, realisasi anggaran masih 27,41 persen. Ini rendah sekali,” sorot Wabup Kemong saat memimpin apel gabungan di halaman Pusat Pemerintahan (Puspem) Mimika, Senin (27/7/2026).
Dikatakannya, Pemerintah daerah sebelumnya sengaja menunda rapat evaluasi dengan harapan setiap OPD dapat lebih fokus mempercepat pelaksanaan kegiatan. Namun, langkah itu belum membuahkan hasil sesuai harapan.
Rendahnya realisasi belanja modal yang baru mencapai sekitar 3 persen juga menjadi sorotannya. Belum lagi, penyerapan Dana Otonomi Khusus (Otsus) yang dinilai masih berjalan lambat.
“Saya ini belum tahu apa faktor yang membuat penyerapan ini lambat. Bahkan rapat evaluasi tidak kita lakukan dengan harapan OPD bisa fokus bekerja. Tapi faktanya bahkan belanja modal pun sangat kecil,” herannya.
Karena itu, Kemong meminta seluruh Kepala OPD segera mempercepat pelaksanaan program dan penyerapan anggaran agar target pembangunan dapat tercapai sebelum tahun anggaran berakhir.
“Jangan main-main lagi. Waktu pelaksanaan anggaran terus berjalan, tetapi realisasinya masih di bawah,” tegas dia memperingatkan OPD.
Pemkab Mimika berharap percepatan belanja pemerintah dapat mendorong pelaksanaan pembangunan dan meningkatkan manfaat program bagi masyarakat selama sisa tahun anggaran 2026.
TIM
