Koreri.com, Kenyam – Ketua DPRD Nduga, Ikabus Gwijangge mendesak Bupati Yairus Gwijangge dan Sekretaris Daerah setempat untuk segera menjawab aspirasi massa demo terkait hasil CPNS formasi 2018.
“Jadi, untuk formasi 2018 aspirasi bagus tapi aspirasi ini kita tunggu jawaban dari Bupati Nduga,” terangnya di Kenyam.
Menurut Ikabus, terkait pembentukan tim pansus itu apabila aspirasi CPNS formasi 2018 diberikan kepada DPR namun pihaknya hanya menerima saja.
“Kalau BKD tahu aturan seharusnya mereka undang kami mengingat DPRD juga harus tahu dan selalu berada di sini,” tegasnya.
Soal penerimaan CPNS di Kabupaten Nduga, kata Ikabus, Pemerintah harus libatkan DPRD untuk menentukan orang-orang Nduga.
“Kami akan perjuangkan juga jawaban dari Pemerintah Nduga. Kami minta BKD Kabupaten dan Provinsi agar mendorong penerimaaan CPNS formasi 2020 – 2021 untuk kewenangan daerah yang menentukan,” ujar Ikabus.
Sementara itu, Bupati Yairus Gwijangge, mengatakan akan berkoordinasi dengan BKD terkait aspirasi para pencari kerja yang tidak lolos seleksi CPNS formasi 2018.
“Jadi, kami terima aspirasi para pencaker ini dan akan kami perjuangkan. Kami akan berkoordinasi dengan BKD,” janjinya.
Terkait pernyataan sikap yang menuntut digantikannya kepala BKD, Bupati tegaskan tidak akan memenuhi itu.
“Tapi kami akan kasih beban kepada Kepala BKD agar mereka berjuang untuk menggolkan nama anak-anak yang sudah diberikan kepada Bupati. Anak-anak yang tes kemarin tidak lulus maka formasi tahun ini akan kami luluskan, tapi dengan syarat harus datang mendaftar kembali,” tegasnya.
Apabila dengan adanya hasil pengumuman kelulusan formasi tahun ini maka dirinya akan berangkat bersama anak-anak untuk mengambil hasilnya nanti di Jakarta.
Sekda Nduga, Namia Gwijangge, meminta Dinas Dukcapil untuk melayani pengurusan KTP para pendatang.
“Maka saya minta kepada Dukcapil untuk penerimaan tahun ini tidak boleh lagi menerima pengurusan KTP terhadap para pendatang mengingat mereka datang hanya untuk bikin KTP, mendaftar dan setelah itu tinggalkan Nduga,” tegasnya.
Untuk tenaga guru kontrak diharapkan untuk bersabar.
“Tahun ini kita akan berusaha untuk mengakomodir. Dan kesehatan masih banyak tenaga medis orang Nduga yang belum memenuhi kuota sehingga banyak yang tidak lulus,” pungkasnya.
OZIE
