Dua Aksi Demo Warnai Kota Timika di Momen Hari Buruh-Integrasi Papua ke NKRI

Aksi Demo 1 Mei 2026 di Timika
Ratusan masyarakat Papua menggelar aksi damai di Bundaran Timika Indah, Jumat (1/5/2026) dalam rangka menyuarakan aspirasi terkait situasi keamanan / Foto: Nando

Koreri.com, Timika – Dua aksi demo mewarnai peringatan Hari Buruh sedunia dan Hari Integrasi Papua ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di Timika, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Jumat (1/5/2026).

Salah satunya, ratusan masyarakat Papua menggelar aksi penyampaian aspirasi di Bundaran Timika Indah, Jumat pagi (1/5/2026) sekitar pukul 09.40 WIT.

Dalam aksi tersebut, massa membawa sejumlah tuntutan yang berkaitan dengan situasi keamanan, kemanusiaan, serta kebijakan pembangunan di Papua.

Aksi yang berlangsung secara damai itu diwarnai dengan orasi dari sejumlah perwakilan masyarakat yang menyuarakan keprihatinan terhadap kondisi Papua yang mereka nilai sedang berada dalam situasi darurat militer dan kemanusiaan.

Massa menilai bahwa pendekatan keamanan dan pembangunan di Papua perlu dievaluasi demi terciptanya ruang hidup yang lebih aman dan damai bagi masyarakat sipil.

Dalam tuntutannya, massa menyatakan penolakan terhadap sejumlah program pemerintah yang mereka anggap tidak berpihak pada kebutuhan masyarakat Papua, termasuk keberadaan pos-pos militer di berbagai wilayah Papua serta beberapa program strategis nasional yang dinilai berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat adat.

Selain itu, massa juga menyerukan agar konflik bersenjata antara kelompok bersenjata dan aparat keamanan dapat segera dihentikan melalui langkah dialog dan gencatan senjata.

Menurut mereka, perdamaian menjadi kebutuhan utama agar masyarakat dapat menjalani kehidupan dengan aman tanpa bayang-bayang konflik berkepanjangan.

“Kami bukan mencari masalah, kami hanya ingin kedamaian di tanah Papua,” seru salah satu orator di tengah aksi.

Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan dan berjalan tertib hingga selesai.

Sejumlah peserta berharap suara mereka dapat didengar oleh pemerintah pusat maupun daerah sebagai bagian dari upaya mencari solusi damai atas berbagai persoalan di Tanah Papua.

Barisan Merah Putih Papua menggelar aksi damai di Bundaran Timika Indah / Foto: Nando

Sebelumnya, Barisan Merah Putih Papua (BMP) Republik Indonesia juga menggelar aksi damai di lokasi yang sama, Bundaran Timika Indah, Kabupaten Mimika, Jumat (1/5/2026) pukul 08.21 WIT dalam rangka memperingati Hari Kembalinya Papua ke Pangkuan NKRI.

Kegiatan yang mengusung tema “Refleksi Sejarah Papua dalam Bingkai Indonesia” ini menjadi ruang untuk mengingat kembali perjalanan panjang sejarah Papua sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dalam aksi tersebut, peserta tampak membawa atribut Merah Putih sambil menyampaikan pesan persatuan dan komitmen menjaga keutuhan bangsa.

Koordinator Lapangan (Korlap) aksi, Simon Haluk, menyampaikan bahwa momentum 1 Mei bukan hanya sekadar mengenang perjalanan sejarah, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya menjaga persatuan, kebersamaan, dan semangat nasionalisme, khususnya bagi generasi muda Papua.

Menurut Simon, refleksi sejarah ini bertujuan membangun kesadaran masyarakat, terutama generasi muda, agar terus menjaga persatuan dan mengambil bagian dalam pembangunan daerah serta bangsa.

Ia menegaskan bahwa Papua merupakan bagian penting dari Indonesia yang harus dijaga bersama dalam semangat kebangsaan dan persaudaraan.

Aksi damai yang berlangsung di pusat Kota Timika itu berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif.

Sejumlah elemen masyarakat turut hadir dalam kegiatan tersebut untuk menyuarakan semangat persatuan serta memperkuat nilai-nilai kebangsaan di tengah dinamika pembangunan di Tanah Papua.

Kegiatan ini juga menjadi simbol penguatan cinta tanah air dan solidaritas sosial, sekaligus mengajak seluruh masyarakat Mimika untuk terus menjaga stabilitas keamanan, mempererat persaudaraan, dan bersama-sama membangun Papua yang maju, aman, dan sejahtera dalam bingkai Indonesia.

BMP Papua berharap momentum refleksi sejarah ini dapat menjadi pengingat bersama bahwa kedamaian dan persatuan adalah fondasi utama dalam mewujudkan masa depan Papua yang lebih baik.

400 Personel Gabungan Diterjunkan Amankan Aksi Massa

Sebelumnya, sebanyak 400 personel gabungan dari unsur kepolisian dan aparat terkait disiagakan untuk memastikan jalannya agenda peringatan May Day dan Hari Kembalinya Papua ke NKRI tetap aman, tertib, dan kondusif.

400 personel gabungan disiagakan untuk mengamankan peringatan 1 Mei 2026 di Timika / Foto: Nando

Kesiapan pengamanan ditandai dengan apel gabungan yang digelar di pelataran Gedung Eme Neme Yauware, Timika, Jumat (1/5/2026).

Apel ini menjadi simbol kesiapan aparat dalam mengawal berbagai agenda penyampaian aspirasi masyarakat di sejumlah titik strategis.

Kapolres Mimika, AKBP Billyandha Hildiario Budiman, menyampaikan bahwa ratusan personel tersebut akan difokuskan di tiga titik utama yang diperkirakan menjadi pusat konsentrasi massa, yakni Kantor DPRD Mimika, Sekretariat di Jalan WR Supratman, serta Bundaran Timika Indah.

Menurutnya, pengamanan dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat selama momentum peringatan 1 Mei berlangsung.

Selain menyiagakan personel, pihak kepolisian juga telah melakukan berbagai langkah mitigasi, termasuk koordinasi intensif dengan koordinator lapangan (Korlap) dari masing-masing kelompok aksi.

Langkah ini dilakukan guna memastikan seluruh kegiatan berjalan damai dan sesuai aturan.

Kapolres mengungkapkan bahwa Tactical Floor Game (TFG) juga telah dilaksanakan sebagai bagian dari pematangan strategi pengamanan, sehingga seluruh personel memahami tugas, posisi, dan langkah antisipasi jika terjadi situasi darurat di lapangan.

Ia menegaskan bahwa aparat akan bertindak sesuai prosedur operasional standar (SOP) apabila terjadi tindakan yang mengarah pada gangguan keamanan atau aksi anarkis.

“Kami berharap seluruh massa aksi dapat menyampaikan aspirasi dengan tertib, damai, dan tetap menjaga situasi kamtibmas agar masyarakat Mimika tetap merasa aman dan nyaman,” ujar Kapolres.

Momentum 1 Mei di Timika tahun ini menjadi perhatian khusus karena bertepatan dengan berbagai agenda masyarakat yang dinilai memiliki sensitivitas tinggi.

Aparat keamanan pun berkomitmen untuk menjaga ruang demokrasi tetap berjalan tanpa mengabaikan keamanan publik.

Terpantau hingga berakhirnya aksi demo damai, situasi keamanan berlangsung kondusif. Sementara aktivitas masyarakat berlangsung normal seperti hari-hari biasanya.

JUL

Exit mobile version