Koreri.com, Keerom – Seluruh tenaga kesehatan (nakes) Kabupaten Keerom meminta Penjabat Bupati DR. Ridwan Rumasukun segera mencopot Dokter Rony Situmorang dari jabatannya selaku Kepala Dinas Kabupaten setempat.
Penyataan keras ini disampaikan setelah adanya pembukaan palang yang dilakukan aparat kepolisian di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Keerom pada 28 september 2020 lalu.
Namun untuk ke 4 kalinya ini, kembali dilakukan pemalangan kantor Dinkes oleh para nakes yang merasa tidak puas dengan sikap dan acuhnya sang Kadis Kesehatan serta Pemda Kabupaten Keerom.
Sebelumnya palang dibuka oleh aparat kepolisian, pemalangan kali ini mereka menggunakan besi yang di las langsung di pagar pintu utama Dinkes Kabupaten Keerom.
Perwakilan nakes Keerom, Costantina Patipeme, mengatakan aksi ke 4 dari nakes ini bertujuan meminta kepada Penjabat Bupati Keerom yang baru di lantik DR. Ridwan Rumasukun untuk segera menurunkan atau mencopot Kadis Kesehatan Keerom Dr. Rony Situmorang.
“Alasanya tenaga kesehatan tidak pernah mendapatkan insentif selama 4 tahun lebih, selain dokter spesialis dengan alasan Kadinkes yakni tidak adanya regulasi atau aturan yang menerangkan hal tersebut. Berarti empat tahun jabatan kadinkes tidak bisa membuat regulasi sebagai payung hukum agar tenaga kesehatan yang lain dapat insentif,” bebernya.
Constantina merasa aneh dengan regulasi yang dimaksud Kadinkes Rony Situmorang dimana insentif yang di maksudkan hanya diberikan kepada tenaga kesehatan lain yakni dokter dan tenaga kontrak sedangkan para tenaga teknis medis yang bertugas di RSUd Puskesmas dan dinas tidak diberikan selama 4 tahun.
“Kami mau bapak Penjabat Bupati penuhi tuntutan kami! Tidak banyak, segara ganti kepala dinas dengan orang yang punya kompotensi, yang mampu membuat regulasi kepada semua nakes di Kabupaten Keerom,” tegasnya.
Diketahui, ada 5 puskesmas yang ikut menutup semua pelayanan kesehatan di Kabupaten Keerom. Mereka meraskan imbas yang sama karena tidak adanya dana operasional dari Dinas Kesehatan selama 4 tahun.
OZIE
