Koreri.com, Jayapura – Bertempat di aula Rastra Samara, Senin (25/1/2021) telah dilaksanakan kegiatan silahturahmi dalam rangka pembahasan situasi kamtibmas terkini di wilayah Provinsi Papua.
Giat yang dipimpin Kapolda Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw, dihadiri sejumlah petinggi TNI dan Polri di wilayah itu.
Diantaranya, Irdam XVII/Cenderawasih Brigjen TNI Wachid Aprilianto, Wakil Staf Ahli BIN Bidang Hankam Mayjen TNI Gustav Agus Irianto, Dasat Brimob Daerah Polda Papua Kombes Pol Godhelp C. Mansnembra, Asintel Kasdam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Ardian Triwasana, Asintel Danlantamal X Jayapura Kolonel Mar Marthen L Ginting, Dir Intelkam Polda Papua Kombes Pol Guntur Agung Supono, SIK, M.Si., Kabagdukops Binda Papua Kolonel Inf Rahmad Pudji, Kabag Ops Satgas BIN Kolonel Inf Bobby, Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Gustav R. Urbinas, S.H, S.I.K, M.P.d., Dan Satgas Elang Putih Kombes Pol Eko W, Kabag Ops Satgas TIFA Kolonel Bobby dan para Pejabat Utama Polda Papua.
Kapolda pada kesempatan membeberkan sejumlah hal, dan salah satu yang mendapat sorotan serius yaitu berkaitan dengan dugaan ujaran rasisme.
Adapun permasalahan di Papua yang dibuat sebagai pemicu akan menuai aksi dan reaksi.
“Untuk itu saya meminta beberapa pendapat rekan-rekan sebagai keputusan bersama. Karena kemarin juga muncul petisi atas dugaan rasisme terhadap seorang tokoh penting yang menarik banyak perhatian,” bebernya.
Kapolda kemudian mengungkap kembali permasalahan serupa yang sebelumnya terjadi pada 2019 lalu di Malang dan Surabaya dimana itu menciptakan aksi dan reaksi.
“Oleh karena itu, permasalahan ini juga kita antisipasi jangan sampai kejadian yang sama terulang kembali sehingga perlunya dilakukan langkah dan upaya penegakan hukum yang dilakukan oleh Polri. Sementara itu, kita harus bersinergi antara TNI-Polri untuk menangkap para pelaku kriminalisasi melalui media sosial,” tegasnya.
Kapolda juga memaparkan soal perdagangan atau penyelundupan senjata api dan amunisi yang masih gencar dilakukan di wilayah Papua.
“Terakhir kita ketahui, pelaku penyelundupan senjata dan amunisi tertangkap di Nabire dan di balik atau di atas itu semua masih ada lagi oknum dan kita akan terus usut hingga tuntas,” cetusnya.
Masalah lainnya terkait otsus yang saat ini masih berlangsung dengan upaya-upaya untuk membatalkan atau menolak oleh beberapa oknum juga disampaikan Kapolda. Termasuk juga penembakan dan pembakaran pesawat MAF di Intan Jaya.
Irdam XVII/Cenderawasih Brigjen TNI Wachid Aprilianto mewakili Pangdam Mayjen TNI Ignatius Yogo Triyono mengatakan bahwa dalam rangka pembahasan perkembangan situasi terkini di wilayah Papua, Pangdam XVII/Cenderawasih siap mendukung segala bentuk langkah dan upaya dalam menjaga situasi kamtibmas di provinsi ini.
Wakil Staf Ahli BIN Bidang Hankam Mayjen TNI Gustav Agus Irianto juga menambahkan terkait perkembangan situasi sebelumnya telah dilakukan Pilkada serentak.
“Dan yang perlu diantisipasi kedepannya adalah adanya 10 kabupaten yang bermasalah dimana salah satunya yaitu tidak terpenuhinya ijazah pendidikan pasangan politik,” tukasnya.
SEO
